“Sejak 1982 hingga 1985 biayanya Rp500. Kemudian, saya lupa di tahun berapa itu naik menjadi Rp2.000. Saya lupa karena sudah lama sekali,” ujar Dokter Soedanto.
Dokter Soedanto mengaku tidak mau ada masyarakat yang tidak bisa berobat karena terkendala tidak memiliki biaya.
Jadi menurutnya menjadi seorang dokter bukan hanya sebuah profesi saja tetapi merupakan panggilan untuk melayani sesama.
Saat ini meskipun biaya hidup terus meningkat tetapi Dokter Soedanto tidak pernah menaikkan biayanya.
Bahkan saat ini jumlah pasien Dokter Soedanto bisa mencapai 200 setiap harinya.
Baca Juga: Ya Kali Ga Dicoba! Resep Nasi Goreng Teri Medan Yang Nagih Dan Afdol
Dokter yang bertugas di daerah terpencil memainkan peran penting dalam menjaga kesehatan masyarakat yang sering kali kekurangan akses terhadap fasilitas medis.
Di wilayah ini, akses ke rumah sakit besar dan dokter spesialis sangat terbatas, sehingga dokter yang ada harus mampu menangani berbagai masalah kesehatan secara mandiri.***
Artikel Terkait
Fufufafa Semakin Trending, Dokter Tifa Desak Prabowo Untuk Tidak Membiarkan Fufufafa Begitu Saja
Jadi Brand Ambassador Produk Kecantikan Dokter Richard Lee, Inara Rusli Ungkap Skincarenya Berkhasiat, Meskipun Sempat Ada Dugaan Berbahaya
Dirgayuza Setiawan Putra Dari Dokter Boyke Setiawan, Ungkap Arsip Proposal Prabowo untuk Dirikan SMA Taruna Nusantara Tahun 1988
Waduh! Dokter Palsu India Operasi Pasien Sambil Nonton YouTube, Berakhir Tragis
Heboh Lolly Ngaku Tak Hamil Tapi Hasil Test Pack Dua Garis Biru, Ini Tingkat Keakuratan Menurut Dokter