INSIBERNEWS - Presiden Jokowi beberapa bulan ini sering melakukan pergantian menteri di Kabinet Indonesia Maju.
Terdapat beberapa alasan yang membuat orang nomor satu di Indonesia tersebut melakukan pergantian tersebut.
Salah satunya dikarenakan menteri sebelumnya memilih untuk mengundurkan diri dengan berbagai alasan.
Sebagai contohnya, Tri Rismaharini yang memilih untuk mundur sebagai Menteri Sosial karena ingin mencalonkan diri sebagai calon gubernur Jawa Timur.
Untuk mengisi kekosongan yang ditinggalkan Risma, Jokowi kemudian melantik Saifullah Yusuf alias Gus Ipul sebagai penggantinya.
Menanggapi pergantian tersebut, politikus senior PDIP Pramono Anung menyebutkan kalau hal tersebut merupakan hak prerogatif seorang presiden.
Baca Juga: Anggaran Pemilu Digunakan untuk Sewa Private Jet dan Apartemen, Begini Pembelaan KPU
"Ya pokoknya waktunya tinggal 1 bulan itu hak prerogatif sepenuhnya presiden," kata Pramono Anung kepada wartawan pada 11 September 2024.
"Presiden mau menunjuk siapa itu kan hak sepenuhnya presiden," lanjut Pramono Anung.***
Artikel Terkait
Kisah Haru Siswa SMA Kelas X-10 yang Kompak Membelikan Sepeda untuk Temannya, Romsi
Ini Survey Terbaru LSI, Elektabilitas Terus Meningkat, Om Zein–Abang Ijo Diprediksi Memiliki Peluang Besar Menangkan Pilkada Purwakarta 2024
Kuat Malu! PKS Akan Pertemukan Ridwan Kamil dengan Anies Baswedan untuk Dapatkan Suara Anak Abah
Bersama Warga, Bhabinkamtibmas Polsek Bungursari Dorong Partisipasi dalam Keamanan Lingkungan di Malam Hari
Memahami Anxiety: Apa Itu, Mengapa Terjadi, dan Bagaimana Cara Mengatasi Cemas Berlebihan