Tanggal 10 September Jadi Peringatan Hari Pencegahan Bunuh Diri Sedunia, Ketahui Hal-hal Berikut Ini!

Photo Author
Cristina Jeany Malonda, Insibernews
- Selasa, 10 September 2024 | 13:54 WIB
Ilustrasi peringatan hari pencegahan bunuh diri sedunia.  (Unsplash.com / Thought Catalog)
Ilustrasi peringatan hari pencegahan bunuh diri sedunia. (Unsplash.com / Thought Catalog)

INSIBERNEWS - Pada tanggal 10 September setiap tahunnya diperingati sebagai Hari Pencegahan Bunuh Diri Sedunia.

Peringatan ini diadakan sebagai upaya pencegahan bunuh diri sedunia, untuk menunjukkan kepada semua orang yang sedang putus asa dan terlintas dalam benaknya untuk mengakhiri hidup.

Tak hanya itu, peringatan ini juga bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat luas mengenai bunuh diri.

Baca Juga: Bakal Konser di Jakarta, Berikut Lagu-lagu Terbaik Maroon 5

Sebagai masalah kesehatan mental yang serius serta mendorong langkah-langkah pencegahan agar dapat mengurangi angka bunuh diri yang terjadi di seluruh dunia.

Organisasi KesehatannDunia (WHO) sejak 2003 telah menganggap serius isu bunuh diri di seluruh dunia. Oleh karena itu, WHO menggandeng International Association of Suicide Prevention (IASP) untuk memperingati Hari Pencegahan Bunuh Diri Sedunia setiap tanggal 10 September.

Bunuh diri sendiri merupakan tindakan seseorang yang menyakiti dirinya sendiri dengan tujuan mengakhiri hidupnya, dan mengakibatkan kematian.

Baca Juga: Pesepak Bola PSG, Lee Kang In Kepergok Kencan di Paris Dengan Cucu Kolongmerat, Berikut Sosok Cantiknya!

Adapun, percobaan bunuh diri terjadi ketika seseorang menyakiti dirinya sendiri dengan tujuan mengakhiri hidupnya, tetapi mereka tidak mati.

Siapa sajakah yang berisiko untuk bunuh diri?

seseorang yang mengalami gangguan mental beresiko untuk bunuh diri. Kemudian orang dengan riwayat bunuh diri dalam keluarga, serta orang yang terkena paparan langsung dan tidak langsung terhadap perilaku bunuh diri di lingkungan sekitarnya.

Lalu, apa saja tanda-tanda peringatan bunuh diri?

Tanda-tanda seseorang mungkin berisiko untuk mencoba bunuh diri diantaranya:

  • Menunjukkan perubahan suasana hati yang ekstrem, tiba-tiba berubah dari sangat sedih menjadi sangat tenang atau senang.
  • Membuat rencana atau mencari cara untuk bunuh diri, seperti mencari metode
    mematikan secara daring, menimbun pil, atau membeli senjata api.
  • Berbicara tentang perasaan bersalah atau malu yang besar.
  • Menunjukkan kemarahan atau berbicara tentang mencari balas dendam.

Baca Juga: Kades Cikande Permai Dilaporkan ke Bawaslu, Atas Dugaan Memihak Salah Satu Paslon Andika Hazrumi dan Nanang Supriatna

Lantas, bagaimana upaya perawatan dan terapi terhadap bunuh diri?

Upaya perawatan dan terapi dapat membantu seseorang yang berisiko melakukan bunuh diri.

Pertama, terapi perilaku kognitif. Terapi ini merupakan jenis psikotropika yang dapat membantu seseorang belajar mengenali pola pikir, dan mempertimbangkan tindakan alternatif saat pikiran untuk mengakhiri hidup muncul.

Halaman:

Editor: Cristina Jeany Malonda

Sumber: Kemkes, NIMH

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X