INSIBERNEWS - Silfester Matutina yang sempat cekcok panas dengan Rocky Gerung hingga nyaris baku hantam akhirnya membuat klarifikasi.
Klarifikasi yang dibuat oleh Silfester Matutina kemudian menjadi viral dan mendapat perhatian publik.
Bahkan ada akun Twitter yang menilai bahwa klarifikasi yang diberikan oleh Silfester Matutina mengandung Red Herring dan juga Appeal to Emotion.
Baca Juga: Tragis! Dibakar Pacar, Atlet Olimpiade Uganda Rebecca Cheptegei Meninggal Dunia
Kesimpulan tersebut didapatkan dari pernyataan-pernyataan yang disampaikan oleh Silfester Matutina.
Silfester Matutina sendiri merupakan Ketua Umum Solidaritas Merah Putih sekaligus relawan Jokowi.
Dilansir InsiberNews dari akun Twitter @jellypastaa (6/9/2024), klarifikasi yang dilakukan oleh Silfester Matutina dinilai mengandung Red Herring dan juga Appeal to Emotion.
Baca Juga: Presiden Jokowi Marah Sebab Perizinan MotoGP Mandalika Ribet
Red Herring
Red Herring merupakan jenis kecacatan logika dimana kita menyimpangkan argumen dari topik utama dengan memperkenalkan isu yang tidak relevan.
Hal ini dinilai terjadi ketika Silfester mulai berbicara tentang kemungkinan Rocky Gerung menghina orang tua kita, dia mengalihkan perhatian dari pokok argumen asli.
“Ini orang-orang tidak pernah membalas hanya mendiamkan saja. Tapi coba kita bayangkan bagaimana kalau saudara kita dan orang tua kita dihina segitu rendahnya oleh Saudara Rocky Gerung,” ujar Silfester Matutina dalam klarifikasi.
Baca Juga: Catat Tanggalnya! 2NE1 Bakal Gelar Konser Asia Tour di Jakarta Pada November Mendatang
Artikel Terkait
Beredar Gambar Kontroversi Berlumur Cat Merah, Agensi Girl Band Qwer Klarifikasi, Itu Merupakan Bagian Promosi
Silfester Matutina VS Rocky Gerung: Umpatan di Ruang Publik Menguji Demokrasi Indonesia
Setelah Adu Mulut dengan Rocky Gerung, Silfester Matutina Nyaris Baku Hantam dengan Politisi PDIP
KPK Batal Klarifikasi Gratifikasi Kaesang Terkait Dugaan Jet Pribadi, Begini Pernyataan Mahfud MD
Silfester Matutina Ungkap Cekcoknya dengan Rocky Gerung Dilakukan untuk Terapi Shock