Dianjurkan untuk masyarakat daerah pesisir untuk mempelajari apa yang sudah dipersiapkan lembaga kebencanaan di wilayah sekitar.
Baca Juga: Penasaran! Kenapa Mengganti Oli Motor Setiap Bulan Itu Penting? Temukan Alasannya!
Kemudian pelajari penerapannya seperti di rumah, sekolah, atau tempat kerja. Kemudian ikuti setiap simulasi yang dibuat dengan sungguh-sungguh, jika perlu lakukan simulasi mandiri.
Jika di ternyata terdapat tempat yang tidak ada informasi tersebut maka bisa lakukan mitigasi mandiri dengan mengajak keluarga.
Setiap anggota keluarga harus mengetahui rencana mitigasi bencana dan terlibat dalam rencana evakuasi.
Baca Juga: Hati-Hati! Ini Dia Dampak Bahaya Kalau Bakar Sampah Sembarangan
Jika berada di wilayah yang berjarak kurang dari 3-4km dari bibir pantai maka carilah perbukitan paling tinggi dan dekat di wilayah tersebut.
Kemudian pastikan masyarakat bisa berlari menuju puncak dalam rentang waktu 15 sampai 20 menit dengan membawa tas siaga.
Lalu perhatikan apakah lokasi itu cukup untuk menampung warga sekitar saat evakuasi. Namun jika ragu maka bisa cari alternatif lokasi lain.
Jika tak ada perbukitan cari jalur evakuasi, yang bisa dilakukan adalah menjauhi pantai atau pilih bangunan tinggi yang dapat bertahan pasca gempa.***
Artikel Terkait
Dampak Potensial dari Gempa Megathrust: Mengantisipasi Bahaya dan Meningkatkan Kesadaran
Efek Gempa Jogja 26 Agustus 2024, Sejumlah Genting di Pasar Prambanan Hancur Berjatuhan
Fakta-Fakta Gempa Yogyakarta yang Terjadi Tadi Malam, Penyebabnya dari Lempeng Megathrust!
BMKG Sebut Gempa Gunung Kidul Berasal dari Zona Megathrust
Siaga Megathrust! Mitigasi Gempa Jika Berada di Daerah Pesisir dan Tidak Ada Sinyal