Tragis ASN Purwakarta Ditemukan Tewas, ini Kronologisnya!

Photo Author
Saepurohman., Insibernews
- Selasa, 13 Agustus 2024 | 19:25 WIB
team indentifikasi polres purwakarta sedang olah TKP ASN Purwakarta yang tewas gantung diri (foto: dok.humas polres Purwakarta) (dok.humas polres Purwakarta)
team indentifikasi polres purwakarta sedang olah TKP ASN Purwakarta yang tewas gantung diri (foto: dok.humas polres Purwakarta) (dok.humas polres Purwakarta)

INSIBERNEWS, Purwakarta - Malang nian nasib Seorang aparatur sipil negara (ASN) di Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, pasalnya ditemukan tewas tergantung di sebuah gedung kantor dinas yang terletak di Jalan RE Martadinata, Kelurahan Nagri Tengah, Kecamatan Purwakarta, Kabupaten Purwakarta, Selasa (13/8/2024) siang.

Peristiwa itu diketahui sekitar pukul 12.30 WIB. ASN berinisial HB (40) itu ditemukan sudah dalam kondisi tak bernyawa dengan leher terikat pada tali yang digantungkan pada kusen pintu.

Baca Juga: Berani Menguji Keberanian? Tonton 6 Film Horor Ini dan Rasakan Ketegangan Maksimal

Kasat Reskrim Polres Purwakarta, AKP M Arwin Bachar mengaku, setelah mendapat laporan adanya peristiwa tersebut, pihaknya langsung datang untuk memeriksa lokasi dan meminta keterangan saksi.

Benar telah terjadi penemuan mayat gantung diri seorang laki-laki berinisial HB 40 tahun warga Kabupaten Purwakarta pada Selasa (13/8/2024), diketahui sekira pukul 12.30 WIB," ucap pria yang akrab disapa Arwin dalam keterangnya, Selasa (13/8/2024) sore.

Baca Juga: Ratusan Peserta Antusias ikut Sosialisasi Gerakan Nasional Budaya Sensor Mandiri Di Jabar

Ia menyebut, berdasar pemeriksaan sementara juga tidak ditemukan ada tanda-tanda kekerasan di bagian tubuh lainnya.

Hasil pengecekan yg dilakukan Unit Identifikasi Polres Purwakarta belum ditemukan adanya tanda kekerasan, dan korban sudah dalam kondisi kaku," ungkapnya.

Baca Juga: Dampak Pencairan Es di Antartika: Apa yang Akan Terjadi Jika Es Terus Mencair?

Sejauh ini, kata Arwin, belum diketahui apa penyebab yang mendorong korban mengakhiri hidup.

"Belum diketahui alasan korban melakukan perbuatan tersebut. Masih kami dalami," pungkasnya

Editor: Taufik RM

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X