Fakta-Fakta Seorang Anak Perempuan Bunuh Ayah Kandungnya di Jakarta Timur, Mengaku Sakit Hati Dikatai Anak Haram

Photo Author
Novia R., Insibernews
- Selasa, 25 Juni 2024 | 12:44 WIB
Ilustrasi anak bunuh ayah kandung (Istimewa)
Ilustrasi anak bunuh ayah kandung (Istimewa)

INSIBERNEWSSeorang anak perempuan berinisial KS (17) di Duren Sawit, Jakarta Timur tega membunuh ayah kandungnya yang sedang tertidur.

Dalam sebuah video yang beredar, terlihat jenazah korban dievakuasi oleh tim PMI menggunakan kantong jenazah. Korban terlihat tergeletak di atas kasus dalam posisi tengkurap.

Kini pelaku pembunuhan tersebut telah diamankan polisi dan ditetapkan sebagai tersangka. Berikut fakta-fakta kasus pembunuhan oleh anak terhadap ayah kandungnya.

Baca Juga: Alasan Virgoun Memakai Narkoba Jenis Sabu : Agar Berat Badan Turun

Pelaku Sakit Hati karena Dimarahi

Pelaku pembunuhan KS mengaku melakukan ini karena merasa sakit hati lantaran ayahnya sering memarahinya. 

"Anak kandung. Mereka sakit hati karena dimarahi ayahnya karena mereke mancuri uang ayahnya," kata Kapolres Metro Jakarta Timur Kombes Nicolas Ary Lilipaly kepada wartawan.

Korban Ditemukan Karyawan Toko

Mayat korban pembunuhan ditemukan pertama kali oleh I yang merupakan karyawan toko miliknya tersebut. Kabid Humas Ade Ary Syam Indradi menjelaskan saat itu saksi I datang untuk mengecek kondisi toko. Namun I sempat kesulitan lantaran kondisi toko masih terkunci rapat.

"Akhirnya dia ngajak saksi lainnya yang merupakan karyawan juga untuk mengecek. Itu hari Jumat malam, Jumat tanggal 21 sekira jam 20.00 WIB-an," kata Ade Ary kepada wartawan di Polda Metro Jaya, Jakarta, Senin (24/6).

Baca Juga: Miris! Seorang Anak Perempuan Tega Bunuh Ayahnya di Jakarta Timur, Kini Ditetapkan sebagai Tersangka

Korban Sempat Melawan

Pada saat kejadian pembunuhan, korban sempat melakukan perlawanan, meski akhirnya korban tewas di toko perabotan miliknya.

"Setelah tersangka melakukan penusukan kepada korban yang pertama, berdasarkan keterangan tersangka, korban melawan. Sempat terjadi perlawanan dengan melakukan pencakaran, mencakar tersangka di bagian tangannya," terang Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Ade Ary Syam Indradi kepada wartawan, Senin (24/6).

Ade juga mengatakan, karena adanya perlawanan dari koban, pelaku pun melakukan penusukan sebanyak dua kali. Setelah melakukan penusukan, pelaku pun pergi meninggalkan tempat kejadian perkara (TKP).

"Kemudian ditusuk yang kedua kali. Jadi sementara faktanya ditemukan dua kali menusuk. Kemudian setelah penusukan, tersangka meninggalkan TKP," kata Ade Ary.

 

Editor: Novia R.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X