INSIBERNEWS - Sosok siswi SMP korban bullying di Pondok Melati Bekasi akhirnya mengalami traumi sejumlah siswi SMP lainnya.
Siswi SMP berinisial FAP itu saat ini mengalami trauma mendalam dari peristiwa yang dialami dan viral di media sosial tersebut., Rabu 12 Juni 2024.
Karena itu, ia memilih 'mengungsikan' putrinya itu untuk sementara waktu.
"Saat ini anak saya ditaruh (dititipkan) di saudara saya di Tanggerang demi keamanan," sambung Erick.
Baca Juga: 20 Mahasiswa Unsera lkuti Study Lapangan Ke PWI Banten, Terkait Mata Kuliah Etika dan Hukum
Keputusan ini diambil Erick lantaran putrinya tidak hanya sekali mendapat perundungan dari para pelaku.
Akan tetapi sudah beberapa kali. Apalagi para pelaku adalah teman setongkrongannya sendiri.
"Biasanya cuma masalah sepele doang, seperti kejadian kemarin hari Jumat. Anak saya dituduh telah menyebarkan gosip kalau salah satu pelaku melakukan ngapa-ngapain sama cowoknya, tapi yang dituduhkan itu tidak terbukti," tegas dia.
Anak saya mengalami Bengkak di bagian rahang, pelipis ada yang baret, leher, tangan juga alami luka-luka," ujar Erick.
Baca Juga: 5 Alasan Kucing Menjadi Kesayangan Rasulullah, Mengapa Tidak Dijanjikan Allah Masuk Surga ?
Perundungan serta pengeroyokan tersebut dilakukan oleh teman korban yang berinisial I, U, M, dan juga N.
Para pelaku yang melakukan pemukulan diketahui juga berstatus pelajar SMP.
Kini kasus tersebut sudah dilaporkan ke Polres Metro Bekasi Kota dan teregister dengan nomor LP/B/1017/VI/2024/SPKT/Polres Metro Bekasi Kota/Polda Metro Jaya tertanggal 10 Juni 2024.***
Artikel Terkait
Kejati Banten dinilai Lambat, Mahasiswa, Minta Kasus Alih Fungsi Lahan di Banten ditangani Kejagung
Ungkap Kasus, Polda Banten Tetapkan 14 Tersangka Pemburuan Liar Badak Bercula Satu
Pemkot Tangerang Adakan Uji Emisi Gratis , Semua Kendaraan Roda Empat Yang Melintas Di 3 Titik
Timnas Indonesia Kalahkan Filipina 2-0, Berhasil Lolos Babak 3 Kualifikasi Piala Dunia
Mengkonsumsi Daging Kambing, Apakah Membuat Tensi Darah Naik Tinggi ? Ini Penjelasannya
20 Mahasiswa Unsera lkuti Study Lapangan Ke PWI Banten, Terkait Mata Kuliah Etika dan Hukum
Kemenag RI: Jemaah Haji Indonesia Dapat Layanan Konsumsi Penuh Selama di Arafah, Muzdalifah dan Mina (Armuzna)
Dipersoalkan Lembaga Superbody dan Laporan ke KPK, Sejumlah Pakar Hukum Nilai Serangan Balik Koruptor
Hadapi ldul Adha, Sekda Kabupaten Tangerang,Pastikan Hewan Kurban Sehat dan Layak
Pelayanan RSUD Banten Dikeluhkan Warga. Komisi V DPRD Banten Akan Lakukan Pemanggilan