INSIBERNEWS - Kementerian Agama (Kemenag) memberikan layanan konsumsi penuh untuk jemaah haji Indonesia pada pelaksanaan ibadah haji 1445 H/2024 M.
Baca Juga: Ungkap Kasus, Polda Banten Tetapkan 14 Tersangka Pemburuan Liar Badak Bercula Satu
Terdapat terobosan yaitu inovasi perdana dalam konteks penyelenggaraan ibadah haji dengan kuota normal, bahkan ada tambahan. Praktik yang sama pernah dilakukan pada 2022, namun saat itu haji berlangsung masih dalam suasana pandemi dan kuota tidak mencapai 50% dari jumlah normal.
Kasi Konsumsi PPIH Arab Saudi daker Makkah Beny Darmawan mengatakan “Jadi selama di Makkah, jemaah mendapat 82 kali makan, berupa sarapan, makan siang, dan makan malam setiap hari. Jemaah juga akan mendapat tambahan snack (makanan ringan) serta konsumsi pelengkap lainnya. Seluruh menunya disiapkan oleh penyedia yang telah ditunjuk,” Dikuitp, Selasa (11/6/2024).
Baca Juga: Kejati Banten dinilai Lambat, Mahasiswa, Minta Kasus Alih Fungsi Lahan di Banten ditangani Kejagung
"Selain itu, jemaah juga akan mendapat satu kali makan dengan makanan siap saji pada 8 Zulhijjah 1445 H dan 1 kali makan makanan siap saji pada 13 Zulhijjah 1445 H," sambungnya.
Beny mengatakan paket konsumsi itu sudah terkirim bersamaan dengan masuknya jemaah di Armuzna. Untuk enam kali makan, jemaah mendapat jatah makanan siap saji. ”Jemaah hanya mendapatkan lauknya saja. Nanti ada petugas yang menyiapkan nasi dibuat secara fresh di dapur, baik di Arafah maupun Mina,” ujarnya.
Artikel Terkait
Konjen RI Jeddah: Tanpa Visa Haji atau Tasreh, 37 WNI Ditangkap Aparat Arab Saudi di Madinah
90.131 Jemaah dan Petugas Haji Indonesia untuk Gelombang I Sudah Tiba di Madinah Al Munawwarah
Demi Kesalamatan Jemaah Haji Indonesia, Petugas Haji Terapkan Skema Murur Pada Saat Mabit di Muzdalifah
Demi Berikan Pelayanan Prima ke Jemaah Haji Indonesia, Pimpinan Maktab dan Petugas Haji adakan Rapat Koordinasi Untuk Hadapi Puncak Haji 2024
Apa itu Haji Furoda? Simak Pengertian dan Perbedaannya dengan Haji Plus
Kemenag RI: Pada Haji 2024 Merupakan Kuota Haji Terbanyak dan Serapan Tertinggi dalam Sejarah Haji