“Anak-anak yang istimewa lah menurut saya, yang perlu ada pembinaan secara pribadi di sekolah pembinaan dari TNI sehingga penguatannya ada. Saya minta TNI membantu kami untuk bagaimana ke depan anak-anak itu bisa berubah,” tuturnya.
Menginap Dua Hari Satu Malam di Barak
Selama mengikuti program, para siswa akan menjalani pembinaan selama dua hari satu malam. Materi yang diberikan mencakup penguatan kedisiplinan, tanggung jawab, kemandirian hingga pemahaman mengenai bela negara.
Keterlibatan TNI, menurut Jamaluddin, bukan berarti para siswa akan mendapatkan pendidikan dengan pola militer yang keras.
Ia menjelaskan, personel TNI lebih diarahkan untuk memberikan pendampingan, arahan, serta penguatan karakter kepada peserta.
Baca Juga: DNA Ungkap Identitas Jenazah Pulau Enggano, Surakman Ternyata ABK Arupadhatu 1
“Saya rasa enggak apa-apa, itu kan pembinaan. Pembinaan dalam rangka pembinaan rasa tanggung jawab, kemandirian, itu penting,” ujarnya.
Jamaluddin menegaskan siswa tidak akan mendapatkan perlakuan seperti peserta pendidikan militer.
“Tidak digembleng seperti TNI. Paling dikasih arahan, terus mungkin juga penguatan kedisiplinan, tanggung jawab, dikhususkan untuk siswa, tidak berat,” jelasnya.
Dindikbud Banten menargetkan program pembinaan tersebut diikuti sedikitnya 600 siswa. Jumlah peserta secara keseluruhan diproyeksikan dapat mencapai 1.000 siswa.
Sekolah yang telah ditunjuk nantinya diminta mengirimkan peserta sesuai kriteria yang telah ditetapkan oleh pemerintah daerah.
Baca Juga: Isu Duet Dedi Mulyadi dan Gibran di Pilpres 2029 Ramai, Jawaban KDM Justru di Luar Dugaan
“Iya, yang kita tunjuk harus mau. Karena target kita di antara 600 sampai 1.000, ya minimal 600 anak,” kata Jamaluddin.
Dengan skema tersebut, Pemprov Banten berharap program pembinaan bersama TNI dapat menjadi salah satu upaya memperkuat kedisiplinan, rasa tanggung jawab, kemandirian, serta karakter siswa SMA dan SMK di wilayah Banten. ***
Artikel Terkait
Karhutla Kalsel Makin Dekat, 167 Pasien RSJ Sambang Lihum Dievakuasi
Vonis Disunat PT DKI, Hukuman Nadiem Makarim di Skandal Korupsi Chromebook Jadi 9 Tahun
Buku 'Memburu Muhammad' Viral dan Picu Polemik, Polda Metro Jaya Mulai Dalami Dugaan Penistaan Agama
Yusril Tantang Ombudsman Buka Temuan Lapas Cibinong, Benarkah Ada Fasilitas Mewah untuk Napi?
Pendidikan Gibran Dipersoalkan di MK, Jokowi Beberkan Sekolah Putranya dari Solo hingga Singapura