Efek Domino Konflik Timur Tengah, Harga Emas Dunia Diramal Terbang Tembus Rp3 Juta per Gram

Photo Author
- Senin, 10 Agustus 2026 | 07:53 WIB
Ilustrasi: Harga Emas Dunia (Sahabat Pegadaian)
Ilustrasi: Harga Emas Dunia (Sahabat Pegadaian)
INSIBERNEWS - Kilau emas di pasar global tampaknya bakal semakin terang benderang dalam beberapa waktu ke depan.
 
Ketidakpastian kondisi geopolitik dunia yang kian memanas sukses membuat para investor berbondong-bondong menyelamatkan kekayaan mereka dengan mengalihkan portofolio ke instrumen investasi minim risiko yang sering disebut sebagai aset safe haven.

Mengamati tren kepanikan pasar saat ini, prospek kenaikan harga logam mulia dinilai masih memiliki ruang panggung yang sangat terbuka lebar.
 
Pengamat Pasar Uang, Ibrahim Assuaibi, bahkan berani memproyeksikan lonjakan harga emas dunia bisa mencapai rekor yang sangat fantastis, yakni menembus level USD5.000 per troy ounce pada kuartal ketiga tahun 2026.
 

Prediksi meroketnya harga emas ini sejatinya dipicu oleh alasan yang sangat kuat dan logis di lapangan. Faktor fundamental yang menjadi motor penggerak utamanya adalah eskalasi konflik bersenjata di kawasan Timur Tengah yang tak kunjung mereda, khususnya terkait perebutan kendali jalur perairan strategis di Selat Hormuz.

Selat Hormuz selama ini memegang peran krusial sebagai urat nadi utama distribusi energi antarbenua.
 
Gangguan keamanan atau pemblokiran di wilayah perairan sempit tersebut otomatis akan melumpuhkan rantai pasokan global, sehingga memicu ancaman lonjakan inflasi yang membuat nilai mata uang kertas menjadi merosot tajam.

Menghadapi situasi yang serba tak pasti akibat bayang-bayang krisis energi tersebut, emas kembali membuktikan ketangguhannya sebagai pelarian utama para pemodal raksasa. Terkait potensi efek dominonya terhadap harga emas batangan di pasar ritel dalam negeri, Ibrahim pun turut memberikan gambaran perhitungannya.
 

"Kalau kita lihat kalau level USD5.000 per troy ounce tercapai di kuartal ketiga, kemungkinan besar untuk logam mulia pun juga akan di atas Rp3 juta," urai Ibrahim dalam keterangan tertulisnya pada Minggu (9/8/2026).

Peluang emas menyentuh harga setinggi itu tentunya menjadi angin segar sekaligus sinyal penting bagi masyarakat di Tanah Air.
 
Bagi mereka yang sudah rutin menabung kepingan logam mulia sejak lama, momen gejolak ini justru berpotensi memberikan margin keuntungan yang melimpah ruah dan menyelamatkan tabungan dari gerusan inflasi.***

Editor: Varin Vaprilia Caroline

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X