"Katanya yang menemukan sesama PPDS, karena menurut info, almarhum PPDS semester awal, jadi tekanan pasti berat," bunyi kutipan kesaksian digital dari tangkapan layar pesan singkat yang viral di media sosial.
Korban yang masih berada di fase semester awal disinyalir menjadi sasaran empuk senioritas toksik, sebuah anomali budaya yang kini tengah diperangi secara masif oleh korps baju putih di seluruh instansi kesehatan Indonesia.
Rasa kehilangan yang mendalam juga disampaikan secara institusional oleh Kemenkes RI melalui unggahan belasungkawa resmi di media sosial sebagai bentuk penghormatan atas dedikasi kemanusiaan yang sempat ditorehkan almarhum.
Baca Juga: Diduga Karena Cuci Kaki di Bibir Pantai, Bocah 8 Tahun Hilang Tersapu Ombak di Pantai Goa Cemara
Publik kini mendesak pihak universitas bersikap kooperatif dan tidak menutupi fakta demi tegaknya keadilan serta perbaikan ekosistem pendidikan kedokteran yang lebih humanis dan sehat bagi mental para calon dokter spesialis.***
Artikel Terkait
Polisi Ungkap Motif Pembunuhan Gadis 22 Tahun di Lumajang, Dipicu Cekcok dengan Kekasih
Viral Dugaan Penganiayaan Anak di JPO Margocity, Ayah Asuh Terekam Pukul Korban hingga Berdarah
Satgas Haji Bongkar Dugaan Penipuan Travel, Kerugian Jemaah Tembus Rp116,7 Miliar
Bikin Kaget! ASN Jabar Diduga Terlibat Judi Online, Transaksi hingga Rp800 Juta Setahun
Arab Saudi Diskon Harga Minyak, Persaingan Pasar Asia Makin Memanas