Usut Misteri Kematian Dokter Adrian Rantung, Kemenkes Bekukan Sementara PPDS Anestesi Unsrat di RSUP Kandou

Photo Author
Cristina Jeany Malonda, Insibernews
- Rabu, 8 Juli 2026 | 06:33 WIB
Kemenkes selidiki penyebab kematian dokter Adrian Ranting. (Instagram/kemenkes_ri)
Kemenkes selidiki penyebab kematian dokter Adrian Ranting. (Instagram/kemenkes_ri)

INSIBERNEWS - Awan hitam kembali menggelayuti dunia pendidikan kedokteran spesialis di tanah air menyusul kabar duka dari Bumi Nyiur Melambai. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes) bergerak taktis menerjunkan tim khusus guna mengusut tuntas penyebab kematian mendalam seorang dokter muda, dr. Adrian Rantung.

Ia merupakan salah satu peserta didik Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Anestesiologi Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) yang tengah bertugas di RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou, Manado.

Baca Juga: Arab Saudi Diskon Harga Minyak, Persaingan Pasar Asia Makin Memanas

Langkah intervensi tegas diambil oleh pemerintah pusat menyusul mencuatnya spekulasi liar di linimasa media sosial yang mengendus adanya indikasi tindakan perundungan (bullying) sistemik di lingkungan asrama.

Guna memutus mata rantai tekanan psikologis sekaligus memperlancar jalannya sterilisasi perkara, Kemenkes resmi membekukan sementara seluruh aktivitas operasional akademik prodi terkait di rumah sakit rujukan tersebut.

"Ini menjadi perhatian kami, kami sudah minta disetop dan dilakukan penyelidikan dengan melibatkan aparat penegak hukum. Kami telah mengirim tim pemeriksa ke sana," tegas Direktur Jenderal Kesehatan Lanjutan Kemenkes RI, Azhar Jaya, dalam konferensi pers bersama awak media, Selasa (7/7/2026).

Baca Juga: Terowongan Plaza Senayan-Senayan City Disiapkan, Pramono Ingin Kurangi Macet dan Dukung UMKM

Surat Keputusan pembekuan yang ditandatangani oleh jajaran direksi RSUP Kandou tersebut berlaku mengikat secara hukum sampai seluruh rangkaian audit investigasi terpadu bersama pihak dekanat FK Unsrat dinyatakan rampung dan benderang.

Berdasarkan narasi kronologis yang beredar luas di platform Threads melalui unggahan sejawat medis, dr. Adrian ditemukan pertama kali oleh rekan seprofesinya dalam kondisi sudah tidak bernyawa di dalam kamar indekosnya.

Baca Juga: OJK Perkuat Perang Lawan Scam Digital, Ratusan Ribu Rekening Penipu Berhasil Diblokir

Korban diduga kuat nekat mengakhiri hidupnya sendiri akibat tidak kuat menahan beban mental yang teramat berat, tepat pada hari di mana dirinya memiliki jadwal dinas jaga rutin di bangsal rumah sakit.

Kecurigaan rekan-rekan korban bermula saat dr. Adrian yang dikenal disiplin mendadak tidak kunjung menampakkan batang hidungnya pada shifts jaga Minggu pagi.

Khawatir terjadi sesuatu yang buruk, sejumlah residen berinisiatif menyambangi tempat tinggalnya dan terpaksa mendobrak pintu kamar setelah ketukan berulang kali tidak mendapatkan respons, sebelum akhirnya mendapati tubuh korban sudah terbujur kaku.

Baca Juga: Hakim Kabulkan Sebagian Praperadilan Roy Suryo, Penangkapan dan Penahanan Dinyatakan Tak Sah

Halaman:

Editor: Cristina Jeany Malonda

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X