AS Mulai Bangun Hubungan dengan Oposisi Israel, Masa Depan Netanyahu Dipertanyakan

Photo Author
Cristina Jeany Malonda, Insibernews
- Selasa, 23 Juni 2026 | 13:37 WIB
Klaim Netanyahu Tewas Diserang Rudal Iran Viral di Media Sosial, Kantor PM Israel Bantah (Istimewa)
Klaim Netanyahu Tewas Diserang Rudal Iran Viral di Media Sosial, Kantor PM Israel Bantah (Istimewa)

Sinyal perubahan politik di Israel semakin menguat setelah hasil survei terbaru yang dipublikasikan harian Maariv menunjukkan keunggulan blok oposisi. Jika pemilu dilaksanakan saat ini, kubu oposisi diperkirakan mampu mengamankan 61 kursi di parlemen, cukup untuk membentuk pemerintahan baru.

Sementara itu, blok pendukung Netanyahu diprediksi hanya memperoleh 49 kursi. Adapun partai-partai Arab diperkirakan meraih sekitar 10 kursi dalam pemilu yang dijadwalkan berlangsung pada Oktober mendatang.

Hasil survei tersebut memperlihatkan adanya penurunan dukungan terhadap pemerintahan saat ini, yang tengah menghadapi berbagai tantangan baik di dalam negeri maupun di tingkat internasional.

Baca Juga: Bertemu Prabowo, Dirut PLN Paparkan Langkah Pemulihan Listrik di Pulau Jawa

Perkembangan politik Israel terjadi bersamaan dengan upaya diplomatik Amerika Serikat dan Iran yang tengah melakukan perundingan di Swiss dengan mediasi Pakistan. Negosiasi tersebut bertujuan meredakan konflik militer yang dipicu serangan gabungan AS dan Israel terhadap Iran pada Februari lalu.

Dalam kesepakatan sementara, kedua pihak menyerukan penghentian permusuhan di berbagai wilayah konflik, termasuk Lebanon. Namun, pemerintah Israel menolak menghubungkan isu Iran dengan situasi keamanan di Lebanon.

Benjamin Netanyahu menegaskan bahwa Israel tidak berencana menarik pasukannya dari wilayah yang saat ini diduduki di Lebanon selatan. Sikap tersebut menunjukkan perbedaan pendekatan yang masih tajam antara Israel dan sejumlah pihak internasional terkait penyelesaian konflik kawasan.

Baca Juga: Diduga Oleng saat di Tol, Mobil Travel di Sumut Hantam Belakang Truk hingga Tewaskan 4 Orang

Di tengah ketegangan yang belum mereda, korban jiwa akibat konflik juga terus meningkat. Berdasarkan data resmi pemerintah Lebanon, serangan Israel sejak 2 Maret telah menyebabkan hampir 4.000 orang meninggal dunia dan lebih dari 12.000 lainnya mengalami luka-luka.

Kondisi ini semakin menambah tekanan terhadap pemerintahan Netanyahu yang saat ini menghadapi tantangan politik domestik sekaligus sorotan internasional terkait kebijakan keamanan dan militernya. ***

Halaman:

Editor: Cristina Jeany Malonda

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X