Ramai Isu Sinyal Error, KAI Buka Suara soal Tabrakan Kereta di Bekasi Timur

Photo Author
Cristina Jeany Malonda, Insibernews
- Rabu, 29 April 2026 | 15:46 WIB
Ramai Isu Sinyal Error, KAI Buka Suara soal Tabrakan Kereta di Bekasi Timur (Antara)
Ramai Isu Sinyal Error, KAI Buka Suara soal Tabrakan Kereta di Bekasi Timur (Antara)

INSIBERNEWS - Isu dugaan gangguan sinyal sebelum kecelakaan antara KA Argo Bromo Anggrek dan KRL di Stasiun Bekasi Timur terus ramai dibicarakan publik, terutama di media sosial.

Menanggapi hal tersebut, PT Kereta Api Indonesia (KAI) memilih bersikap hati-hati dan menunggu hasil investigasi resmi dari Komisi Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT).

Direktur Utama PT KAI, Bobby Rasyidin, menegaskan pihaknya mendukung penuh proses penyelidikan yang tengah berjalan. Ia menyampaikan bahwa KAI akan mengikuti seluruh rekomendasi yang nantinya dikeluarkan oleh KNKT sebagai dasar evaluasi dan perbaikan sistem keselamatan.

Baca Juga: Rem Blong Picu Tabrakan Beruntun di Pesawaran Lampung, 8 Kendaraan Ringsek Seketika

“Kami mendukung penuh investigasi KNKT dan akan mematuhi semua rekomendasi yang dihasilkan,” ujar Bobby saat memberikan keterangan di Stasiun Bekasi Timur, Rabu (29/4/2026).

Dalam kesempatan yang sama, Bobby juga menepis anggapan adanya perlakuan berbeda berdasarkan gender dalam pengaturan gerbong penumpang. Ia menegaskan bahwa keselamatan menjadi prioritas utama KAI, tanpa membedakan laki-laki maupun perempuan.

Baca Juga: Update Terbaru Kecelakaan Kereta Bekasi Timur: Korban Tewas Bertambah Jadi 16 Orang

Menurutnya, kebijakan terkait penempatan gerbong bukan didasarkan pada diskriminasi, melainkan untuk meningkatkan kenyamanan dan kemudahan bagi penumpang.

“Keselamatan adalah hal utama bagi kami. Tidak ada kompromi, baik untuk penumpang perempuan maupun laki-laki,” jelasnya.

Alasan Gerbong Khusus Perempuan

Lebih lanjut, Bobby menjelaskan bahwa penempatan gerbong khusus perempuan di bagian depan dan belakang rangkaian kereta bertujuan untuk memberikan rasa aman serta kemudahan akses. Kebijakan ini juga menjadi langkah preventif untuk meminimalisir potensi pelecehan atau tindakan tidak menyenangkan di dalam kereta.

Ia menambahkan, upaya tersebut merupakan bagian dari komitmen KAI dalam menciptakan lingkungan perjalanan yang aman, nyaman, dan ramah bagi semua penumpang.

Baca Juga: Prabowo Reshuffle Kabinet, Resmi Lantik 6 Pejabat Baru! Ada Eks KSAD Dudung Abdurachman hingga Ketum KSPSI Jumhur Hidayat

“Selain kenyamanan, ini juga untuk mencegah potensi pelecehan dan memberikan akses yang lebih mudah bagi penumpang perempuan,” tutupnya.

Hingga saat ini, penyebab pasti kecelakaan masih dalam proses penyelidikan oleh KNKT. Dugaan terkait kesalahan sinyal belum dapat dipastikan kebenarannya sebelum hasil investigasi resmi diumumkan.

Halaman:

Editor: Cristina Jeany Malonda

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X