INSIBERNEWS - Kasus dugaan pelecehan seksual yang menyeret 16 mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Indonesia (FH UI) tengah menjadi sorotan publik, khususnya di media sosial. Peristiwa ini memicu gelombang reaksi dari kalangan mahasiswa hingga masyarakat luas.
Sebelumnya, kasus ini mencuat setelah beredarnya percakapan dalam grup chat yang diduga mengandung narasi tidak pantas dan bernuansa pelecehan terhadap perempuan. Konten tersebut dengan cepat viral dan memancing kecaman.
Pihak kampus akhirnya menggelar sidang internal sebagai langkah awal penanganan kasus ini pada Selasa, 14 April 2026 dini hari. Proses tersebut berlangsung dalam suasana yang penuh tekanan.
Baca Juga: Ancaman Trump Blokade Selat Hormuz Guncang Pasar, Harga Minyak Melonjak!
Melalui siaran langsung yang beredar di media sosial, terlihat kondisi ruang sidang yang dipadati mahasiswa. Sejak awal, atmosfer sudah terasa tegang karena emosi massa yang memuncak.
Seiring jalannya sidang, mahasiswa yang hadir beberapa kali menyuarakan tuntutan agar identitas para terduga pelaku dibuka ke publik. Desakan tersebut menggema di dalam ruangan.
“Tampilkan pelaku!” menjadi teriakan yang berulang kali terdengar, mencerminkan kemarahan sekaligus tuntutan transparansi atas kasus yang dinilai serius ini.
Baca Juga: Donald Trump Balas Kritik Keras Paus Leo XIV Setelah Dikecam soal Iran
Ketegangan mencapai puncaknya saat 16 mahasiswa yang diduga terlibat akhirnya dihadirkan dalam forum tersebut. Momen ini langsung memicu reaksi keras dari massa.
Sorakan kecaman terdengar dari berbagai arah. Sejumlah mahasiswa bahkan berusaha mendekat untuk melihat lebih jelas, merekam, hingga melontarkan kritik secara langsung.
Meski para terduga pelaku disebut masuk melalui jalur belakang, identitas mereka tetap terungkap di dalam forum sidang internal tersebut.
Baca Juga: Iran Siaga di Selat Hormuz, Kapal Perang Asing yang Lewat Terancam Diserang
Dalam rekaman yang beredar, suasana sempat memanas dan hampir berujung ricuh. Beberapa pihak dari civitas akademika terlihat berusaha mengendalikan situasi.
Seorang perempuan yang diduga berperan sebagai mediator tampak berupaya menenangkan massa dan menjaga agar jalannya sidang tetap kondusif. Upaya tersebut dilakukan untuk mencegah eskalasi konflik lebih jauh.
Artikel Terkait
Viral! Rumah di Pati Dibongkar Pakai Ekskavator Saat Proses Perceraian, Netizen Heboh
Cukai Rokok Naik Lagi? Menkeu Purbaya Siapkan Layer Baru Mulai Mei 2026
Na Daehoon Buka Suara, Ungkap Anak-Anak Tak Pernah Menanyakan Jule Usai Bercerai
Iran Siaga di Selat Hormuz, Kapal Perang Asing yang Lewat Terancam Diserang
Negosiasi Damai Berujung Buntu! Iran Disebut Tolak Tawaran Terakhir AS
Donald Trump Balas Kritik Keras Paus Leo XIV Setelah Dikecam soal Iran
Ancaman Trump Blokade Selat Hormuz Guncang Pasar, Harga Minyak Melonjak!