Sebagian netizen juga mempertanyakan peran aparat dan pemerintah daerah dalam menindak kasus seperti ini. Tidak sedikit yang merasa prihatin karena jumlah setoran dinilai tidak masuk akal untuk penghasilan sopir bajaj.
Sebelumnya, kejadian serupa juga sempat viral di kawasan yang sama. Seorang pedagang bakso menjadi korban aksi preman yang merusak mangkuk dagangannya karena diduga menolak memberikan uang keamanan.
Dalam kasus tersebut, pihak kepolisian telah mengamankan tiga orang terduga pelaku berinisial TDT (26), DA (36), dan OP (36). Ketiganya kini tengah menjalani pemeriksaan lebih lanjut terkait dugaan pengancaman dan perusakan.
Baca Juga: Soroti Serangan Israel, Australia Minta Gencatan Senjata AS–Iran Berlaku Juga di Lebanon
Maraknya kasus seperti ini kembali menyoroti persoalan keamanan dan perlindungan bagi pekerja sektor informal. Banyak pihak berharap ada langkah tegas dari aparat untuk memberantas praktik pemalakan yang merugikan masyarakat kecil.
Kasus viral ini menjadi pengingat bahwa perlindungan terhadap pencari nafkah di jalanan masih menjadi pekerjaan rumah yang perlu segera diselesaikan. ****
Artikel Terkait
Tragis! Santri 15 Tahun Ditemukan Meninggal di Ponpes Sukabumi, Ini Kronologinya
Jokowi Respon Desakan Jusuf Kalla soal Ijazah, Tantang Pihak Penuduh Buktikan Klaimnya
WNA Italia Diduga Aniaya Warga Denpasar Gegara Kesal dengan Suara Orang Memasak
Viral! Rumah di Pati Dibongkar Pakai Ekskavator Saat Proses Perceraian, Netizen Heboh
Cukai Rokok Naik Lagi? Menkeu Purbaya Siapkan Layer Baru Mulai Mei 2026
Polisi Tangkap Pegawai KPK Palsu, Diduga Peras Ahmad Sahroni Senilai Rp300 Juta