Selain itu, penggunaan kendaraan dinas juga dibatasi hingga 50 persen, kecuali untuk kebutuhan operasional penting. Aparatur Sipil Negara (ASN) didorong untuk beralih menggunakan transportasi umum guna mengurangi konsumsi bahan bakar.
Langkah-langkah ini tidak hanya bertujuan menghemat anggaran, tetapi juga mendorong transformasi digital dalam sistem kerja pemerintahan.
Airlangga mengungkapkan bahwa kebijakan efisiensi mobilitas dan penerapan WFH berpotensi menghemat anggaran negara hingga Rp 6,2 triliun.
Baca Juga: Bukan Rudal! Ini Hasil Pemeriksaan Benda Mirip Torpedo yang Viral di Gili Trawangan
Sementara itu, pengurangan konsumsi bahan bakar minyak (BBM) di masyarakat diperkirakan dapat mencapai penghematan hingga Rp 59 triliun.
Dengan berbagai kebijakan ini, pemerintah berharap dapat menjaga stabilitas ekonomi nasional sekaligus meningkatkan efisiensi belanja negara di tengah tekanan global yang semakin kompleks. ***
Artikel Terkait
Bukan Rudal! Ini Hasil Pemeriksaan Benda Mirip Torpedo yang Viral di Gili Trawangan
Iran Konfirmasi Serangan Amerika Serikat dan Israel Tewaskan Kepala Intelijen IRGC
Pengadaan Motor Operasional MBG Jadi Sorotan, Kepala BGN Beri Keterangan
Vape Bakal Dilarang di Indonesia? BNN Temukan Narkotika Dalam Liquid
Jusuf Kalla Laporkan Rismon Sianipar ke Bareskrim atas Tuduhan Dana Rp5 Miliar Terkait Kontroversi Ijazah Jokowi
Tragis! Pekerja Migran Indonesia Meninggal Saat Melarikan Diri di Kamboja