- Ide dan konsep
- Penggunaan mikrofon (clip-on)
- Proses cutting dan editing
- Dubbing
Amsal menilai penilaian tersebut tidak logis, karena seluruh elemen tersebut merupakan bagian penting dalam produksi audiovisual profesional.
“Ide dan konsep tidak mungkin nol. Semua itu adalah proses kreatif yang membutuhkan keahlian,” jelasnya.
Baca Juga: Kebakaran Hebat di Cianjur Hanguskan 12 Rumah, Warga Ungkap Detik-Detik Mencekam
Selain itu, Amsal juga menyoroti penggunaan keterangan dari Inspektorat Daerah Kabupaten Karo yang menurutnya telah terbantahkan dalam persidangan, tetapi tetap dijadikan dasar tuntutan.
Ia berpendapat bahwa kasus ini seharusnya masuk ranah perdata, bukan pidana korupsi. Bahkan, ia mempertanyakan mengapa pihak kepala desa sebagai pengguna jasa tidak turut dimintai pertanggungjawaban jika memang terdapat kerugian negara.
Amsal mengaku mengalami tekanan psikologis dan sosial akibat kasus ini, termasuk stigma sebagai “koruptor” yang menurutnya tidak sesuai dengan fakta persidangan.
Baca Juga: Tewas Beku, Penemuan Mayat Seorang Pria Dalam Freezer di Kios Ayam Geprek Hebohkan Warga Bekasi
Dalam penutup pledoinya, ia memohon agar majelis hakim membebaskannya dari seluruh dakwaan.
Namun, jika keputusan berbeda, ia berharap mendapat hukuman seringan mungkin, termasuk kemungkinan pidana percobaan.
Permohonan emosional pun disampaikan di akhir pembelaannya:
“Brelah aku mulih,” ungkapnya dalam bahasa Karo, yang berarti “izinkan aku pulang.”
Kasus ini tidak hanya menjadi sorotan hukum, tetapi juga memicu diskusi luas tentang standar biaya dalam industri kreatif, transparansi penggunaan dana desa, serta batas antara kesalahan administratif dan tindak pidana korupsi. ***
Artikel Terkait
Trump Beri Sinyal Akhir Operasi Militer di Iran, Ekonomi AS Siap Bangkit Cepat
Terungkap! Misteri Temuan Jasad Dalam Freezer Ayam Geprek di Bekasi, Pelaku Ternyata Rekan Sendiri
Kecelakaan Bus Rombongan Pengantin di OKU Selatan: Kronologi, Penyebab, dan Kondisi Korban
Cekcok Berujung Kekerasan, Viral Keributan Sopir Bus Pariwisata di Cilegon, Diduga Dipicu Aksi Saling Salip
Tumpukan Sampah Tutupi Jalan di Pangalengan, Warga Bojongwaru Resah dan Geram