Publik Pertanyakan Keaslian Video
Kejanggalan tersebut memicu spekulasi bahwa video itu mungkin dibuat menggunakan teknologi AI. Banyak pengguna media sosial menyoroti detail tangan dalam video tersebut dan mempertanyakan keasliannya.
Sebagian komentar bahkan menyebutnya sebagai “kesalahan klasik AI”, merujuk pada fenomena di mana gambar atau video buatan kecerdasan buatan sering kali menampilkan jumlah jari yang tidak normal.
Baca Juga: Debat Panas Abu Janda vs Feri Amsari Soal Palestina Berujung Diusir Host
Selain itu, dalam video tersebut Netanyahu juga menyebut pemimpin tertinggi Iran yang baru, Mojtaba Khamenei, sebagai figur yang dikendalikan oleh Islamic Revolutionary Guard Corps dan jarang tampil di depan publik.
Ironisnya, pernyataan itu justru memicu kritik warganet karena Netanyahu sendiri belum terlihat secara langsung di hadapan masyarakat sejak isu kematiannya beredar.
Hingga kini, belum ada bukti yang mendukung klaim bahwa Netanyahu tewas akibat serangan rudal Iran. Pemerintah Israel tetap menegaskan bahwa perdana menterinya dalam kondisi aman.
Baca Juga: Iran Buru PM Israel Benjamin Netanyahu, IRGC Klaim Hantam Tiga Pangkalan AS
Meski begitu, kombinasi antara klaim dari media Iran, ketidakhadiran Netanyahu di publik, serta video yang dianggap janggal membuat spekulasi terus berkembang di media sosial.
Fenomena ini menunjukkan bagaimana konflik geopolitik dan teknologi seperti AI dapat memicu penyebaran informasi yang belum tentu benar, sekaligus memperkuat pentingnya verifikasi fakta di era digital. ***
Artikel Terkait
KPK Ungkap Peran Bos Maktour dalam Kasus Dugaan Korupsi Kuota Haji, Yaqut Disebut Setujui Pembagian Khusus
Debat Panas Abu Janda vs Feri Amsari Soal Palestina Berujung Diusir Host
Ngeri! Truk Crane Terguling di Jalan Tebet Jaksel, Lalu Lintas Arah Kuningan Macet Parah
Rocky Gerung dan Felix Siauw Kompak Soroti Teror terhadap Aktivis KontraS Andrie Yunus
Dinilai Kurang Berimbang pada Iran, Indonesia Enggan Dukung Resolusi Dewan Keamanan PBB
Iran Buru PM Israel Benjamin Netanyahu, IRGC Klaim Hantam Tiga Pangkalan AS