"Kalau area muka itu kena air keras kemungkinan besar gagal napas dan bisa meninggal," sambungnya.
Novel menuturkan, dirinya sempat melihat CCTV saat penyerangan terhadap Andrie Yunus.
Menurut korban penyiraman air keras di 2017 itu, kasus yang dialami aktivis KontraS telah dilakukan secara terorganir.
"Pelakunya nggak satu motor berdua gitu, nggak. Ada simbol-simbol yang dilakukan di lapangan sehingga ketika menyerang begitu terorganisir," terang Novel.
Baca Juga: Ngeri! Truk Crane Terguling di Jalan Tebet Jaksel, Lalu Lintas Arah Kuningan Macet Parah
"Ini suatu yang direncanakan untuk menyerang. Jadi begitu jahatnya mereka ini, biadab sekali," ungkapnya.
Di sisi lain, Novel mengapresiasi Polri yang bergerak cepat mengambil langkah pengecekan CCTV hingga memeriksa sejumlah saksi.
Kendati demikian, eks penyidik KPK itu mengimbau pengusutan harus dilakukan secara menyeluruh.
"Semua orang yang terlibat harus diusut, aktor intelektualnya harus disentuh, dijangkau dan diberi pertanggungjawaban yang berat," tandas Novel.***
Artikel Terkait
Imbas Viral Makanan Berbelatung, Operasional SPPG Lowokwaru Tulusrejo 2 Malang Dihentikan Sementara oleh BGN
Ungkap Strategi Pemerintah Jaga Stabilitas Nilai Tukar Rupiah, Menkeu Purbaya: Kita Masih Aman
Iran Tegaskan Siap Hadapi Perang Berkepanjangan dengan AS, Diplomasi Disebut Bukan Lagi Pilihan
Ngeri! Truk Crane Terguling di Jalan Tebet Jaksel, Lalu Lintas Arah Kuningan Macet Parah
Aktivis HAM Andrie Yunus Disiram Air Keras di Jakarta, Kapolri Beri Atensi Khusus