Polemik Sertifikasi Halal Produk, MUI: Pengusaha AS Pasti Tak Mau Rugi di Indonesia

Photo Author
Cristina Jeany Malonda, Insibernews
- Selasa, 24 Februari 2026 | 21:02 WIB
Polemik Sertifikasi Halal Produk, MUI Sebut Pengusaha AS Pasti Tak Mau Rugi di Indonesia (Istimewa)
Polemik Sertifikasi Halal Produk, MUI Sebut Pengusaha AS Pasti Tak Mau Rugi di Indonesia (Istimewa)

INSIBERNEWS - Menanggapi kabar produk impor Amerika tanpa sertifikat halal, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Bidang Dakwah, Zaitun Rasmin, menyoroti aspek logika bisnis.

Menurutnya, secara bisnis para pelaku usaha di Amerika Serikat tentu memahami karakter pasar Indonesia yang mayoritas Muslim dan memiliki tingkat kepedulian tinggi terhadap produk berlabel halal.

Sehingga sangat kecil kemungkinan produsen besar mengabaikan aspek sertifikasi halal ketika ingin menembus pasar Indonesia.

Baca Juga: ANTAM Perkuat Kesejahteraan Sosial dan Ekonomi Masyarakat di Pongkor Melalui Inisiatif Strategis

“Saya yakin secara bisnis, para bisnismen, para pedagang di Amerika telah tahu bahwa masyarakat Indonesia yang mayoritasnya adalah Muslim itu sudah aware, sudah peduli tentang yang namanya produk-produk yang ber-label halal. Jadi saya yakin mereka tidak mau rugi kalau masuk ke sini tanpa label halal,” tegasnya di Jakarta, Selasa (24/2).

Ketua Umum Wahdah Islamiyah itu menjelaskan, bisa jadi produk-produk tersebut sebenarnya telah memiliki sertifikasi halal di negara asal.

Namun, persoalan muncul pada aspek administratif atau penyetaraan (rekognisi) lembaga sertifikasi halal luar negeri dengan lembaga di Indonesia.

Baca Juga: Prihatin, Seorang Nenek Jadi Korban Pencurian Beras di Tenda Pengungsian Kota Lintang Bawah, Warganet Geram!

Karena itu, ia mendorong agar pemerintah dan otoritas terkait mempercepat proses penyetaraan lembaga sertifikasi halal luar negeri yang kredibel, sehingga tidak terjadi sertifikasi ganda yang justru menghambat arus perdagangan.

Sebagai bagian dari unsur pimpinan di Majelis Ulama Indonesia, ia menekankan bahwa pendekatan dialogis dan berbasis regulasi jauh lebih konstruktif dibandingkan spekulasi yang berpotensi menimbulkan keresahan publik.

“Bagi saya, ini hal yang harus kita tabayun, karena dalam Islam ini sangat penting. Tidak buru-buru mengambil kesimpulan sebelum jelas. Apalagi hal-hal yang menyangkut kemaslahatan orang banyak. Kita dilarang untuk memutuskan terhadap suatu berita yang dapat menimbulkan musibah pada orang lain,” jelas Ustadz Zaitun.

Baca Juga: Makin Panas! Manchester United Tembus Empat Besar, Berikut Klasemen Liga Inggris Terkini

Ia pun mengajak masyarakat untuk tetap tenang dan mengedepankan klarifikasi sebelum mengambil sikap, sembari menunggu kejelasan resmi dari pihak berwenang.

Editor: Cristina Jeany Malonda

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X