INSIBERNEWS - Perserikatan Bangsa-Bangsa memproyeksikan perekonomian Indonesia akan terus tumbuh stabil dalam dua tahun ke depan. Dalam laporan terbarunya, PBB memperkirakan produk domestik bruto (PDB) Indonesia meningkat sebesar 5,0 persen pada 2026.
Proyeksi tersebut tertuang dalam laporan World Economic Situation and Prospects 2026 yang dirilis PBB. Bahkan, laju pertumbuhan ekonomi Indonesia diperkirakan kembali menguat pada 2027 dengan angka mencapai 5,2 persen.
Baca Juga: BYD Kian Perkasa di Pasar Mobil Listrik, Optimistis Kuasai Indonesia hingga 2026
PBB menilai Indonesia masih berada dalam kelompok negara berkembang besar yang memiliki daya tahan ekonomi relatif kuat di tengah ketidakpastian global. Selain Indonesia, negara-negara seperti China dan India juga diproyeksikan tetap mencatat pertumbuhan yang solid.
"Beberapa negara berkembang besar, termasuk China, India, dan Indonesia, diperkirakan terus mencatat pertumbuhan yang solid," tulis laporan tersebut, dikutip Jumat (9/1/2026).
Baca Juga: Miris! Identitas Digital Jadi Dagangan, Data Pribadi Dijual Murah di Pasar Gelap Siber
Menurut PBB, salah satu pendorong utama pertumbuhan ekonomi Indonesia adalah kuatnya permintaan domestik. Konsumsi rumah tangga yang stabil serta aktivitas investasi dinilai masih menjadi penopang penting pertumbuhan ekonomi nasional.
"Pertumbuhan ini didorong oleh permintaan domestik yang tangguh atau dukungan kebijakan yang tepat sasaran,"lanjut laporan itu.
Selain faktor domestik, kebijakan fiskal dan moneter yang dinilai responsif juga berperan menjaga momentum pertumbuhan. PBB mencatat sejumlah negara berkembang mampu meredam tekanan global melalui bauran kebijakan yang adaptif.
Meski demikian, laporan tersebut juga mengingatkan adanya sejumlah tantangan yang perlu diwaspadai, mulai dari perlambatan ekonomi global, fluktuasi harga komoditas, hingga risiko geopolitik yang dapat memengaruhi arus perdagangan dan investasi.
Dengan prospek tersebut, Indonesia dinilai memiliki peluang besar untuk mempertahankan stabilitas ekonomi, asalkan reformasi struktural, penguatan sektor riil, serta kebijakan yang berpihak pada pertumbuhan berkelanjutan terus dijalankan secara konsisten.***
Artikel Terkait
Tak Diberikan Hak Bicara, Nadiem Makarim Tulis Surat Soal Beberapa Kejanggalan Kasusnya di Instagram
Polemik Materi Stand Up Mens Rea, Pandji Pragiwaksono Buka Suara Usai Dilaporkan ke Polda Metro Jaya: Semoga Masih Bisa Beri Komedi
Ramai Soal Laporan Materi Komedi Mens Rea Pandji Pragiwaksono, Arie Kriting Minta Pelapor Pahami Dulu Materi Komedi Pandji
Menyisakan Tanda Tanya, Polda Metro Jaya Hentikan Penyelidikan Kasus Kematian Diplomat Muda Kemlu Arya Daru
Viral Ohim Dicap Pelit, Ini Sumber Penghasilan Suami Salshabilla yang Bikin Publik Penasaran
Muhammadiyah Buka Suara Soal Pelapor Pandji Pragiwaksono Yang Mengatasnamakan Pemuda Muhammadiyah
KPK Tunjuk Gus Yaqut jadi Tersangka Perkara Korupsi Kuota Haji 2024,Dugaan Setoran Travel Ikut Disorot
Isu 'Beli' Greenland Mencuat Lagi, AS Iming-imingi Warganya dengan Uang Rp1,6 Miliar
Miris! Identitas Digital Jadi Dagangan, Data Pribadi Dijual Murah di Pasar Gelap Siber
BYD Kian Perkasa di Pasar Mobil Listrik, Optimistis Kuasai Indonesia hingga 2026