PBB Proyeksikan Ekonomi Indonesia Tetap Tangguh hingga 2027

Photo Author
Adi Sutiyawan, Insibernews
- Jumat, 9 Januari 2026 | 16:02 WIB
Ilustrasi Uang Rupiah Indonesia (Photo : Shutterstock.com/Maciej Matlak)
Ilustrasi Uang Rupiah Indonesia (Photo : Shutterstock.com/Maciej Matlak)

INSIBERNEWS - Perserikatan Bangsa-Bangsa memproyeksikan perekonomian Indonesia akan terus tumbuh stabil dalam dua tahun ke depan. Dalam laporan terbarunya, PBB memperkirakan produk domestik bruto (PDB) Indonesia meningkat sebesar 5,0 persen pada 2026.

Proyeksi tersebut tertuang dalam laporan World Economic Situation and Prospects 2026 yang dirilis PBB. Bahkan, laju pertumbuhan ekonomi Indonesia diperkirakan kembali menguat pada 2027 dengan angka mencapai 5,2 persen.

Baca Juga: BYD Kian Perkasa di Pasar Mobil Listrik, Optimistis Kuasai Indonesia hingga 2026

PBB menilai Indonesia masih berada dalam kelompok negara berkembang besar yang memiliki daya tahan ekonomi relatif kuat di tengah ketidakpastian global. Selain Indonesia, negara-negara seperti China dan India juga diproyeksikan tetap mencatat pertumbuhan yang solid.

"Beberapa negara berkembang besar, termasuk China, India, dan Indonesia, diperkirakan terus mencatat pertumbuhan yang solid," tulis laporan tersebut, dikutip Jumat (9/1/2026).

Baca Juga: Miris! Identitas Digital Jadi Dagangan, Data Pribadi Dijual Murah di Pasar Gelap Siber

Menurut PBB, salah satu pendorong utama pertumbuhan ekonomi Indonesia adalah kuatnya permintaan domestik. Konsumsi rumah tangga yang stabil serta aktivitas investasi dinilai masih menjadi penopang penting pertumbuhan ekonomi nasional.

"Pertumbuhan ini didorong oleh permintaan domestik yang tangguh atau dukungan kebijakan yang tepat sasaran,"lanjut laporan itu.

Selain faktor domestik, kebijakan fiskal dan moneter yang dinilai responsif juga berperan menjaga momentum pertumbuhan. PBB mencatat sejumlah negara berkembang mampu meredam tekanan global melalui bauran kebijakan yang adaptif.

Baca Juga: KPK Tunjuk Gus Yaqut jadi Tersangka Perkara Korupsi Kuota Haji 2024,Dugaan Setoran Travel Ikut Disorot

Meski demikian, laporan tersebut juga mengingatkan adanya sejumlah tantangan yang perlu diwaspadai, mulai dari perlambatan ekonomi global, fluktuasi harga komoditas, hingga risiko geopolitik yang dapat memengaruhi arus perdagangan dan investasi.

Dengan prospek tersebut, Indonesia dinilai memiliki peluang besar untuk mempertahankan stabilitas ekonomi, asalkan reformasi struktural, penguatan sektor riil, serta kebijakan yang berpihak pada pertumbuhan berkelanjutan terus dijalankan secara konsisten.***

Editor: Adi Sutiyawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X