INSIBERNEWS - Isu dugaan ijazah palsu milik Presiden Joko Widodo (Jokowi) kembali menjadi sorotan publik. Hingga awal 2026, polemik ini belum menemukan titik akhir dan justru semakin ramai diperbincangkan di ruang publik maupun media sosial.
Saat ini, keberadaan ijazah Jokowi dikabarkan berada dalam penguasaan Polda Metro Jaya sebagai bagian dari proses hukum yang sedang berjalan. Sejumlah tokoh publik turut angkat suara dalam isu ini, di antaranya Roy Suryo, Rismon Sianipar Hasiholan, serta Tifauzia Tyassuma yang lebih dikenal sebagai Dokter Tifa.
Dokter Tifa Ungkap Pernah Melihat Enam Spesimen Ijazah Jokowi
Dokter Tifa secara terbuka menyampaikan klaim mengejutkan terkait jumlah versi ijazah Jokowi yang pernah muncul ke publik. Dalam sebuah podcast di kanal YouTube Bambang Widjojanto yang tayang pada Kamis, 8 Januari 2026, ia menyebut sedikitnya terdapat enam versi ijazah berbeda.
Baca Juga: Fantastis! Atlet Emas SEA Games Diguyur Bonus Rp1 Miliar dari Presiden Prabowo
Menurutnya, temuan tersebut didasarkan pada pengamatan sejak 22 Mei 2025 hingga 15 Desember 2025. Ia menyebut bahwa setiap versi memiliki karakteristik yang tidak sepenuhnya sama.
Versi pertama, kata Dokter Tifa, merupakan ijazah yang ditampilkan oleh Bareskrim dalam bentuk slide dan hanya dapat disaksikan masyarakat melalui layar televisi.
Versi kedua berasal dari foto ijazah yang pernah diunggah oleh politikus PSI, Dian Sandi Utama, melalui akun media sosial X.
Sementara itu, versi ketiga hingga kelima diklaim berasal dari dokumen yang digunakan dalam berbagai tahapan pencalonan Jokowi, mulai dari KPUD Surakarta saat mencalonkan diri sebagai wali kota, KPUD DKI Jakarta, hingga KPU Pusat. Seluruh dokumen tersebut, menurut Dokter Tifa, berbentuk salinan fotokopi dan telah ia pelajari.
Versi keenam disebut sebagai ijazah yang kini berada di Polda Metro Jaya. Dokter Tifa menilai dokumen ini memiliki perbedaan yang cukup signifikan dibandingkan versi-versi sebelumnya.
Emboss dan Watermark Jadi Sorotan Utama
Perbedaan paling mencolok, menurut Dokter Tifa, terletak pada keberadaan emboss dan watermark pada ijazah versi Polda Metro Jaya. Ia menyebut fitur tersebut tampak jelas dan baru muncul pada versi terbaru.
Baca Juga: Delcy Rodríguez Bantah Klaim AS Kuasai Venezuela, Tegaskan Negaranya Tetap Berdaulat!
Ia menyinggung pernyataan Roy Suryo dalam konferensi pers sebelumnya yang menyebut bahwa ijazah asli seharusnya memiliki emboss dan watermark. Hal inilah yang kemudian memicu pertanyaan, mengingat lima versi sebelumnya tidak menampilkan ciri tersebut secara jelas.
Dokter Tifa juga menekankan pentingnya pemeriksaan fisik dokumen untuk memastikan keaslian emboss. Menurutnya, emboss memiliki fungsi krusial untuk mengunci tanda tangan pada dokumen resmi. Jika emboss dibuat setelah tanda tangan, maka dokumen tersebut patut dipertanyakan keasliannya.
Artikel Terkait
Delcy Rodríguez Bantah Klaim AS Kuasai Venezuela, Tegaskan Negaranya Tetap Berdaulat!
Terseret Kasus Dugaan Janji Masuk Akpol, Adly Fairuz Digugat Rp3,65 Miliar
Skrining Kesehatan BPJS Kesehatan, Begini Cara Mudah Deteksi Dini Risiko Penyakit
Aksi Nekat Pramugari Gadungan Batik Air Terbongkar Kru Pesawat
Bung Binder Soroti Kelebihan John Herdman yang Ditunjuk Jadi Pelatih Baru Timnas Indonesia
Fantastis! Atlet Emas SEA Games Diguyur Bonus Rp1 Miliar dari Presiden Prabowo