INSIBERNEWS - Pemerintah memastikan distribusi bahan bakar minyak (BBM) dan liquefied petroleum gas (LPG) ke sejumlah wilayah di Aceh yang terdampak banjir dan longsor mulai berangsur pulih. Pemulihan ini dilakukan seiring membaiknya akses jalan dan kerja cepat tim di lapangan.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyampaikan bahwa sebagian stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di daerah terdampak kini sudah kembali beroperasi. Fokus utama pemerintah adalah memastikan kebutuhan energi masyarakat tetap terpenuhi di tengah kondisi darurat.
Baca Juga: Babak Panjang Skandal 1MDB, Eks PM Malaysia Najib Razak Divonis Hukuman 165 Tahun Penjara
“Distribusi BBM dan LPG di wilayah terdampak banjir dan longsor di Aceh secara bertahap mulai pulih,” ujar Bahlil dalam keterangan resminya.
Ia menjelaskan, SPBU di wilayah Takengon, Kabupaten Bener Meriah, dan Aceh Tengah sudah kembali melayani masyarakat setelah akses jalan utama berhasil dibuka. Pasokan BBM ke wilayah tersebut kini berjalan normal dengan pengawasan ketat.
Sementara itu, untuk tiga kabupaten lain yang masih terdampak cukup parah, penyaluran BBM dan LPG belum dapat dilakukan sepenuhnya. Kendala utama masih terletak pada kondisi jalan yang tertutup material longsor dan belum sepenuhnya aman dilalui kendaraan tangki.
“Begitu akses jalan dinyatakan aman, pasokan ke daerah-daerah tersebut akan langsung kami salurkan,” kata Bahlil menegaskan.
Pemerintah, lanjut Bahlil, terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah, aparat keamanan, serta pihak Pertamina untuk mempercepat normalisasi distribusi energi. Berbagai skema distribusi alternatif juga disiapkan apabila jalur utama kembali mengalami gangguan.
Selain BBM, ketersediaan LPG untuk kebutuhan rumah tangga dan usaha kecil juga menjadi perhatian utama. Pemerintah memastikan stok LPG dalam kondisi cukup dan siap disalurkan begitu jalur logistik memungkinkan.
Baca Juga: Trump Murka Usai Serangan Drone Ukraina Bidik Kediaman Putin, Diplomasi Global Ikut Terancam
Pemulihan distribusi energi ini diharapkan dapat membantu masyarakat Aceh kembali beraktivitas secara normal, terutama dalam mendukung layanan transportasi, logistik bantuan, serta kegiatan ekonomi lokal yang sempat terganggu akibat bencana.
Pemerintah juga mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak melakukan pembelian BBM maupun LPG secara berlebihan. Pengawasan distribusi akan terus dilakukan agar pasokan merata dan tidak terjadi penimbunan di tengah situasi darurat.***
Artikel Terkait
Anggaran Ditambah, THR dan Gaji ke-13 Guru Daerah Dipastikan Aman Tahun 2025
Ogah Pacaran dengan Janda 3 Anak, Yuka Klarifikasi Cuma Teman Dekat Jule
Demi Rumah Tangga, Inara Rusli Cabut Laporan Polisi terhadap Insanul Fahmi: Sebagai Muslimah, Saya Coba Taat
Polrestabes Medan ungkap Motif Siswi SD Diduga Tikam Ibu Kandung Dipicu oleh Kekerasan Rumah Tangga dan Pengaruh Game
Cerdas tapi Minim Empati, Psikolog Forensik Beberkan Kondisi Mental Anak Tikam Ibu Kandung di Medan
Angin Puting Beliung di Bogor Mengamuk, Bawa Sayap Pesawat dan Hancurkan Rumah Warga
Kesal Kencan Tak Sesuai Harapan, Pria di Malang Tega Akhiri Nyawa Teman Kencannya
Trump Murka Usai Serangan Drone Ukraina Bidik Kediaman Putin, Diplomasi Global Ikut Terancam
Prabowo Minta Dokumen Korban Banjir dan Longsor Diganti Gratis, Pemerintah Awasi Ketat Layanan Dukcapil
Babak Panjang Skandal 1MDB, Eks PM Malaysia Najib Razak Divonis Hukuman 165 Tahun Penjara