INSIBERNEWS – Di tengah upaya penanggulangan banjir dan tanah longsor di Sumatera Barat, warga Lapau Munggu, Kecamatan Kuranji, Kota Padang, harus menelan pil pahit.
Bantuan alat berat yang sebelumnya digunakan untuk menata aliran Sungai Guo terpaksa dihentikan, sehingga warga kini bergotong royong secara manual demi mencegah bencana yang lebih besar.
Kondisi tersebut terjadi setelah adanya dugaan pencurian aki alat berat oleh oknum tak bertanggung jawab. Akibat kejadian itu, permohonan bantuan alat berat lanjutan ditolak, meski pelaku bukan berasal dari warga setempat.
Baca Juga: Jabodetabek Diperkirakan Diguyur Hujan, Warga Diminta Waspada di Akhir Pekan
Penanganan Sungai Guo Dilakukan Secara Gotong Royong
Melalui unggahan akun TikTok @aulianolaaa, terlihat warga turun langsung ke sungai untuk mengangkat batu-batu besar dan kayu gelondongan. Material tersebut kemudian disusun di tepi sungai sebagai tanggul darurat untuk menahan luapan air.
Dalam keterangannya, pemilik akun menyebutkan bahwa air Sungai Guo kembali meluap dan bahkan membentuk dua aliran. Kondisi ini memperparah erosi tebing sungai yang sebelumnya telah ditinggikan menggunakan alat berat dan kini terancam jebol.
Beberapa warga tampak bekerja berkelompok, bahkan harus mengangkat kayu besar secara bersamaan hingga empat orang untuk memperkuat tanggul sementara. Sementara itu, warga lainnya menata bebatuan di dasar sungai agar aliran air lebih terkendali.
Baca Juga: Akses Putus Tak Kunjung Pulih, Warga Syiah Utama Bener Meriah Masih Bertahan dalam Keterisolasian
Alat Berat Dihentikan Usai Dugaan Pencurian Aki
Dugaan pencurian aki alat berat menjadi penyebab utama dihentikannya operasional alat tersebut. Peristiwa itu disebut terjadi pada awal Desember 2025, saat alat berat baru beroperasi sekitar tiga hari.
Warga sebenarnya telah melakukan ronda malam untuk menjaga alat berat. Namun, pencurian diduga terjadi menjelang subuh ketika warga yang berjaga terlelap sejenak. Lokasi parkir alat berat yang cukup jauh dari permukiman juga diduga memudahkan pelaku beraksi.
Upaya pengajuan kembali bantuan alat berat oleh Ketua RT setempat belum membuahkan hasil karena insiden kehilangan tersebut.
Baca Juga: Kejagung Kocok Ulang Pejabat, Kursi Kajari Bekasi Berganti Usai OTT KPK
Warga Berharap Bantuan Kembali dan Siap Perketat Pengamanan
Meski kecewa, warga Lapau Munggu menegaskan tidak tinggal diam. Mereka mengaku telah berusaha menelusuri keberadaan aki yang hilang dan berkomitmen meningkatkan pengamanan jika bantuan alat berat kembali diberikan.
Warga bahkan telah sepakat untuk melakukan ronda yang lebih intensif dan menyediakan lokasi parkir alat berat di dekat rumah penduduk agar pengawasan lebih maksimal.
Artikel Terkait
Bertahan di Atap Saat Diterjang Banjir, Warga Aceh Tamiang Kenang Malam Panjang Bersama 18 Orang
Akses Putus Tak Kunjung Pulih, Warga Syiah Utama Bener Meriah Masih Bertahan dalam Keterisolasian
Jabodetabek Diperkirakan Diguyur Hujan, Warga Diminta Waspada di Akhir Pekan
Mulai Diserang Penyakit Kulit, Warga Korban Bencana di Tamiang Hulu Bertahan dengan Air Sisa Banjir
Distribusi Bantuan TNI di Gayo Lues Diwarnai Aksi Haru dari Warga yang Memberi Hasil Panen