“Ketersediaan air dan makanan itu sangat penting. Jika tidak terpenuhi, bisa memicu munculnya berbagai penyakit lanjutan,” ujarnya dalam sebuah podcast di kanal YouTube Forum Keadilan TV, Sabtu, 27 Desember 2025.
Ia juga menekankan bahwa penanganan medis saat banjir membutuhkan tenaga kesehatan dengan keahlian khusus.
Baca Juga: Natal 2025, Prabowo Ajak Bangsa Bersatu dan Fokus Bantu Korban Bencana Sumatra
“Banjir bisa berdampak ke banyak organ tubuh. Air bisa terhirup ke paru-paru, masuk ke saluran pencernaan, mengenai mata, dan menyebabkan penyakit kulit,” jelasnya.
Menurutnya, dokter spesialis seperti penyakit dalam, paru, mata, dan kulit perlu menjadi lini terdepan dalam penanganan korban banjir.
Banjir tidak hanya merusak rumah dan infrastruktur, tetapi juga membawa ancaman kesehatan serius. Penyediaan air bersih dan layanan kesehatan yang memadai menjadi langkah krusial untuk mencegah wabah penyakit pascabanjir, terutama penyakit kulit yang kini mulai banyak dikeluhkan warga terdampak.
Artikel Terkait
Kemhan Bantah Isu Pelantikan Ayu Aulia, Tegaskan Tak Ada Penugasan Resmi
Guru Besar Trisakti Ingatkan Bahaya Simbol GAM, Perdamaian Aceh Dinilai Tak Boleh Diuji
Raffi Ahmad Borong Jersey Jay Idzes Rp125 Juta, Hasil Lelang Disalurkan untuk Korban Bencana Sumatera
Jabodetabek Diperkirakan Diguyur Hujan, Warga Diminta Waspada di Akhir Pekan