Mulai Diserang Penyakit Kulit, Warga Korban Bencana di Tamiang Hulu Bertahan dengan Air Sisa Banjir

Photo Author
Cristina Jeany Malonda, Insibernews
- Sabtu, 27 Desember 2025 | 10:25 WIB
Warga di Tamiang Hulu, Aceh Tamiang menggunakan air sisa banjir untuk beraktivitas.  (Instagram/a.muhammadkurniawan.s)
Warga di Tamiang Hulu, Aceh Tamiang menggunakan air sisa banjir untuk beraktivitas. (Instagram/a.muhammadkurniawan.s)

“Ketersediaan air dan makanan itu sangat penting. Jika tidak terpenuhi, bisa memicu munculnya berbagai penyakit lanjutan,” ujarnya dalam sebuah podcast di kanal YouTube Forum Keadilan TV, Sabtu, 27 Desember 2025.

Ia juga menekankan bahwa penanganan medis saat banjir membutuhkan tenaga kesehatan dengan keahlian khusus.

Baca Juga: Natal 2025, Prabowo Ajak Bangsa Bersatu dan Fokus Bantu Korban Bencana Sumatra

“Banjir bisa berdampak ke banyak organ tubuh. Air bisa terhirup ke paru-paru, masuk ke saluran pencernaan, mengenai mata, dan menyebabkan penyakit kulit,” jelasnya.

Menurutnya, dokter spesialis seperti penyakit dalam, paru, mata, dan kulit perlu menjadi lini terdepan dalam penanganan korban banjir.

Banjir tidak hanya merusak rumah dan infrastruktur, tetapi juga membawa ancaman kesehatan serius. Penyediaan air bersih dan layanan kesehatan yang memadai menjadi langkah krusial untuk mencegah wabah penyakit pascabanjir, terutama penyakit kulit yang kini mulai banyak dikeluhkan warga terdampak.

Halaman:

Editor: Cristina Jeany Malonda

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X