Kisah Perjuangan Relawan di Bener Meriah, Antar Bantuan Lewati Jalan Ekstrem

Photo Author
Cristina Jeany Malonda, Insibernews
- Selasa, 23 Desember 2025 | 15:53 WIB
Tangkapan layar kondisi jalanan menuju desa Bener Meriah, Aceh, yang tersendat karena jalur belum sepenuhnya terbuka.  (TikTok/Bang Am)
Tangkapan layar kondisi jalanan menuju desa Bener Meriah, Aceh, yang tersendat karena jalur belum sepenuhnya terbuka. (TikTok/Bang Am)

INSIBERNEWS – Upaya penyaluran bantuan logistik untuk korban banjir bandang di Kabupaten Bener Meriah menghadapi tantangan berat. Kondisi jalan yang rusak parah akibat banjir dan longsor membuat akses menuju lokasi pengungsian nyaris tidak bisa dilalui, sehingga bantuan belum dapat disalurkan secara maksimal.

Kondisi sulit tersebut diungkapkan seorang relawan melalui akun TikTok @Bang Am pvda pada Senin (22/12/2025). Dalam video yang dibagikannya, terlihat jalur distribusi tertutup lumpur dan material longsoran, memaksa relawan menghentikan perjalanan di tengah jalan.

Para relawan harus mengerahkan tenaga ekstra untuk membawa bantuan melewati medan ekstrem. Kendaraan pengangkut logistik tidak mampu melanjutkan perjalanan karena jalur belum sepenuhnya dibersihkan.

Baca Juga: Momen Hari Ibu, Pertemuan Haru Ibu dan Anak di Rutan Surabaya Viral, Sentuh Jutaan Warganet

“Medannya sangat berat, aksesnya susah untuk membawa logistik,” ujar relawan tersebut dalam video, menggambarkan kondisi lapangan yang jauh dari kata aman.

Akibat terputusnya jalur utama, bantuan yang seharusnya tiba dengan cepat justru tertahan hingga berhari-hari. Para relawan bahkan terpaksa menunggu di lokasi karena tidak memungkinkan untuk memutar balik atau memaksakan perjalanan.

“Kami antar logistik, tapi sudah beberapa hari tertahan di sini,” ungkapnya.

Baca Juga: Ngeri! Penumpang Selamat Ungkap Detik-Detik Bus Cahaya Trans Terguling di Tol Krapyak

Situasi tersebut berdampak langsung pada warga terdampak bencana. Banyak masyarakat setempat terpaksa berjalan kaki melewati jalur berbahaya demi mendapatkan bahan makanan dan kebutuhan sehari-hari.

“Warga harus jalan kaki ke sini hanya untuk cari makan,” tuturnya.

Pemandangan itu meninggalkan kesan mendalam bagi para relawan. Mereka menyaksikan secara langsung perjuangan warga Bener Meriah yang harus bertahan hidup di tengah keterbatasan dan ancaman alam.

Baca Juga: Di Balik 91 Medali Emas, Cara Erick Thohir Mengapresiasi Atlet Dipertanyakan?

“Sedih melihatnya. Beginilah perjuangan mereka mencari nafkah dan bertahan hidup,” lanjutnya dengan nada prihatin.

Saat ini, harapan terbesar relawan dan warga adalah percepatan pembukaan dan pembersihan akses jalan. Jalur yang kembali normal diyakini akan memperlancar distribusi bantuan dan meringankan beban para pengungsi.

Halaman:

Editor: Cristina Jeany Malonda

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X