Krisis Air Bersih Pascabanjir, Warga Desa Sekumur Terpaksa Masak Pakai Air Genangan Demi bertahan hidup

Photo Author
Cristina Jeany Malonda, Insibernews
- Senin, 22 Desember 2025 | 15:15 WIB
Tangkapan layar seorang warga yang tengah mengumpulkan air genangan banjir untuk digunakan kebutuhan sehari-hari.  (TikTok/Apa Aja)
Tangkapan layar seorang warga yang tengah mengumpulkan air genangan banjir untuk digunakan kebutuhan sehari-hari. (TikTok/Apa Aja)

INSIBERNEWS - Kondisi darurat masih dirasakan oleh masyarakat Desa Sekumur, Kecamatan Sekerak, Kabupaten Aceh Tamiang, pascabanjir yang melanda wilayah tersebut. Hingga kini, sejumlah warga dilaporkan masih kesulitan mendapatkan akses air bersih untuk kebutuhan sehari-hari.

Terisolasi oleh genangan air selama beberapa hari, warga harus berjuang bertahan hidup di tengah keterbatasan sarana dasar, terutama air layak konsumsi. Situasi ini memaksa mereka mengambil langkah ekstrem demi memenuhi kebutuhan makan dan minum.

Gambaran nyata perjuangan warga Desa Sekumur beredar luas di media sosial. Sebuah video yang diunggah akun TikTok @Apa Aja pada Minggu, 21 Desember 2025, memperlihatkan kondisi memprihatinkan yang dialami warga terdampak banjir.

Baca Juga: Hubungan Dua Tahun Kandas, Olivia Rodrigo dan Louis Partridge Dikabarkan Putus

Dalam video tersebut, tampak seorang pria mengambil air dari genangan banjir yang telah berubah warna menjadi kecokelatan. Dengan menggunakan jerigen berukuran besar, ia menampung air tersebut meski kondisinya jauh dari kata bersih.

Ketika ditanya untuk apa air itu digunakan, pria tersebut menjawab singkat namun sarat makna.

“Untuk masak,” ujarnya dengan nada pasrah.

Baca Juga: Pulihkan Korban Bencana, ANTAM Bergerak Cepat Salurkan Bantuan dan Tim Tanggap Darurat di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat

Krisis air bersih kini menjadi persoalan serius yang memperparah dampak banjir. Sumur-sumur milik warga tercemar lumpur dan limbah, sementara distribusi bantuan air bersih belum merata ke seluruh wilayah pemukiman.

Keterangan dalam unggahan video tersebut menegaskan bahwa tindakan warga menggunakan air sisa banjir bukanlah sebuah pilihan, melainkan keterpaksaan demi bertahan hidup. Kekurangan air bersih yang parah membuat mereka memanfaatkan apa pun yang tersedia di sekitar rumah.

Peristiwa di Desa Sekumur menjadi pengingat penting bagi pihak terkait akan urgensi penanganan krisis air bersih pascabencana. 

Baca Juga: MBG Tetap Jalan Saat Libur Sekolah, DPR Nilai Negara Hadir Jaga Gizi Anak

Di tengah proses pemulihan, ketersediaan air layak konsumsi menjadi faktor krusial untuk menjaga kesehatan dan keselamatan warga yang berada dalam kondisi rentan.

Editor: Cristina Jeany Malonda

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X