Tepis Isu Dipecat Gegara Zionisme, Gus Yahya Menolak Turun dari Kursi Ketum PBNU

Photo Author
Cristina Jeany Malonda, Insibernews
- Rabu, 26 November 2025 | 21:05 WIB
Menyoroti pernyataan Ketum PBNU, Yahya Cholil Staquf alias Gus Yahya usai dirinya didesak mundur dari jabatannya.  (Instagram.com/@yahyacholilstaquf)
Menyoroti pernyataan Ketum PBNU, Yahya Cholil Staquf alias Gus Yahya usai dirinya didesak mundur dari jabatannya. (Instagram.com/@yahyacholilstaquf)

INSIBERNEWS - Konflik terkait kepemimpinan di Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), kini menjadi topik pembicaraan hangat usai kabar pemakzulan Ketua Umum PBNU, Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya dari jabatannya.

Menurut surat edaran resmi yang muncul dari PBNU pada Selasa, 25 November 2025, menyatakan Gus Yahya diberhentikan per-tanggal 26 November 2025.

Terkait pemberhentian Gus Yahya itu, Rais Aam PBNU Miftachul Akhyar disebut akan memimpin sementara jabatan tersebut.

Baca Juga: Lengser dari Kursi Ketum PBNU, Berikut Sejumlah Pertimbangan Pemecatan Gus Yahya

Merespon kabar pemberhentian dirinya itu, Gus Yahya menyampaikan penolakan untuk turun dari kursi jabatannya.

“Secara de jure jelas saya masih tetap Ketua Umum yang sah, itu de jure. Menurut hukum jelas, itu tidak terbantahkan,” kata Gus Yahya dalam konferensi pers di Jakarta, pada Rabu, 26 November 2025.

“Jadi secara de facto pun saya masih efektif sebagai Ketua Umum,” imbuhnya.

Baca Juga: Kemenko Pangan Bantah Setujui Impor 250 Ton Beras ke Sabang, Tegaskan Stok Aceh Masih Aman

Gus Yahya menegaskan, rapat wilayah masih berjalan di bawah komandonya, termasuk koordinasi pelatihan kader dan pelatihan organisasi.

Ketum PBNU itu menyebut, surat tersebut tidak sah, sehingga tidak berdampak pada mandat yang ia terima dari forum tertinggi, Muktamar NU 2020 di Lampung.

“Saya sebagai mandataris, tidak mungkin bisa diberhentikan kecuali melalui Muktamar," tegas Gus Yahya.

Baca Juga: Erick Thohir Pastikan Seleksi Pelatih Baru Timnas Masuk Tahap Akhir, Lima Kandidat Sedang Diwawancarai

"Saya diminta mundur dan saya menolak mundur, saya menyatakan tidak akan mundur, dan saya tidak bisa diberhentikan kecuali melalui Muktamar," imbuhnya.

Tepisan soal Isu Zionisme
Mundur ke beberapa hari sebelumnya, Gus Yahya sempat menanggapi isu hubungannya dengan Zionis Israel yang tercantum dalam risalah rapat.

Halaman:

Editor: Cristina Jeany Malonda

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X