INSIBERNEWS - Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menetapkan Jakarta sebagai kota terbesar di dunia, sebuah predikat baru yang menempatkan pusat kegiatan ekonomi Indonesia itu di puncak daftar populasi global dengan hampir 42 juta penduduk di wilayah metropolitan.
Laporan tersebut dirilis Divisi Kependudukan Departemen Ekonomi dan Sosial PBB dan diberitakan ABC Australia pada Rabu (26/11/2025). Selama beberapa dekade, gelar kota terbesar tak pernah lepas dari Tokyo, tetapi tren demografi perlahan mengubah peta.
Baca Juga: Sebulan Menikah, Amanda Manopo Umumkan Kehamilan Pertama Lewat Unggahan Manis di Instagram
Pertumbuhan penduduk Tokyo tercatat menurun drastis dalam 25 tahun terakhir. Kondisi ekonomi yang stagnan, tingkat kelahiran rendah, dan populasi menua membuat ibu kota Jepang itu kehilangan momentumnya sebagai megapolitan nomor satu dunia.
Saat ini, populasi Tokyo berada di angka 33 juta jiwa—angka yang besar, tetapi tak lagi cukup untuk mempertahankan posisinya. Di sisi lain, Jakarta terus berkembang dengan laju urbanisasi yang tinggi meski dihantui berbagai tantangan seperti kemacetan, banjir, hingga penurunan tanah.
Tidak hanya Jakarta yang melesat ke papan atas. Dhaka, ibu kota Bangladesh, ikut menyalip Tokyo dengan jumlah penduduk sekitar 37 juta jiwa. Kota tersebut mengalami pertumbuhan penduduk yang sangat cepat dalam dua dekade terakhir, didorong migrasi dan perluasan wilayah perkotaan.
Baca Juga: Tapanuli Dilanda Cuaca Ekstrem, 4 Warga di Dilaporkan Tewas Akibat Banjir dan Longsor
Lonjakan populasi Jakarta sendiri sudah lama terasa dalam dinamika keseharian warganya. Arus pendatang terus berdatangan ke wilayah Jabodetabek, memperluas kawasan urban hingga jauh melampaui batas administratif DKI Jakarta.
Sejumlah pakar menilai predikat ini bisa menjadi alarm sekaligus peluang. Alarm karena tantangan perkotaan akan semakin besar jika tata kota tidak dibenahi serius. Namun juga peluang karena Jakarta berpotensi menjadi pusat ekonomi dan inovasi yang lebih kuat jika pertumbuhan penduduk dapat dikelola dengan tepat.
PBB menyebut perubahan ini sebagai bagian dari dinamika global, di mana kota-kota Asia Selatan dan Asia Tenggara diproyeksi terus tumbuh dan mendominasi daftar kota terbesar dalam beberapa dekade ke depan. ***
Artikel Terkait
Kopi Indonesia Makin Harum di Swiss, Pemerintah Bidik Lonjakan Ekspor pada 2026
Kisruh Bandara IMIP: Celah Pengawasan Diungkap, Pakar Sebut Negara Tak Boleh Lalai
Menjelang Putusan Cerai, Dahlia Poland dan Fandy Christian Pilih Damai Demi Anak
Vonis Naik Jadi 12 Tahun, Vadel Badjideh Justru Tertawa: ‘Lucu Ya Hukum Kita’
Isu Nikah Siri Inara Rusli–Insanul Fahmi Mencuat, Unggahan Pendakwah Ini Jadi Sorotan
Khawatir Bangunan di IKN Mubazir, DPR Pertanyakan Kepastian soal Pemindahan ASN ke Kepala Otorita
Imigrasi Tangerang Ciduk 10 WNA Pakai Modus Investor Fiktif, Kantor Penjamin Ternyata Kosong
Erick Thohir Ungkap Tiga Arahan Penting dari Presiden Prabowo untuk Tingkatkan Kesejahteraan Atlet
Sebulan Menikah, Amanda Manopo Umumkan Kehamilan Pertama Lewat Unggahan Manis di Instagram
Kerry Adrianto Bantah Rugikan Negara, Klaim Sewa TBBM Merak Justru Hematkan Pertamina Rp145 Miliar per Bulan