INSIBERNEWS - Bank Indonesia kembali membawa kabar segar soal kemudahan transaksi bagi warga Indonesia yang bepergian ke luar negeri.
Dalam waktu dekat, masyarakat tak perlu lagi repot menukar rupiah ke mata uang asing hanya untuk membeli makanan, minuman, atau belanja oleh-oleh. Sistem pembayaran Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) segera merambah negara-negara Asia Timur.
Baca Juga: Dukung Bazaar UMKM 'Jelajah Kuliner Indonesia' 2025, BRI Perkuat Daya Saing Perekonomian Daerah
Deputi Gubernur BI, Filianingsih Hendarta, mengungkapkan bahwa mulai awal tahun depan, QRIS bisa langsung digunakan untuk bertransaksi di China dan Korea Selatan. Ia menggambarkan kemudahan ini dengan cara yang sederhana namun mengena.
"Awal tahun depan beli dimsum di Beijing bisa, lalu beli toppoki di Seoul juga bisa," ujarnya seusai Rapat Dewan Gubernur BI, Rabu (19/11/2025).
Ekspansi ini bukan langkah spontan. BI sejak beberapa tahun terakhir memang agresif mendorong interoperabilitas sistem pembayaran lintas negara sebagai bagian dari agenda transformasi digital.
Dengan integrasi QRIS, wisatawan Indonesia tak perlu lagi pusing soal uang tunai atau kartu asing yang kadang tidak terbaca.
Selain China dan Korea Selatan, BI juga tengah mengebut proses kerja sama dengan India. Negara berpenduduk 1,4 miliar itu dinilai memiliki potensi besar, baik dari sisi wisata maupun perdagangan.
QRIS diharapkan bisa menjadi jembatan baru bagi pelaku usaha di kedua negara untuk bertransaksi lebih cepat dan efisien.
Tak berhenti di sana, Arab Saudi juga masuk dalam daftar prioritas BI. Mengingat jumlah jamaah umrah dan haji Indonesia yang sangat besar setiap tahunnya, kehadiran QRIS di Tanah Suci akan menjadi lompatan signifikan dalam memudahkan transaksi selama ibadah. Namun, prosesnya belum bisa berlangsung secepat negara lain.
Baca Juga: Kampung Haji Indonesia Siap Direalisasikan, Danantara Ikut Lelang Tanah 80 Hektare di Makkah
Menurut Filianingsih, negosiasi dengan otoritas Arab Saudi masih berjalan intensif dan membutuhkan penyelarasan regulasi yang lebih mendalam. Kompleksitas sistem pembayaran di negara tersebut membuat pembahasan teknis harus dilakukan dengan ekstra hati-hati.
Meski begitu, BI optimistis kerja sama ini dapat terwujud. Integrasi QRIS dinilai membawa manfaat besar, tak hanya bagi wisatawan, tetapi juga bagi UMKM dan sektor pariwisata di negara mitra. Transaksi lintas negara akan terasa lebih praktis, transparan, dan tentunya aman.
Artikel Terkait
Ruben Onsu Angkat Suara Soal Debt Collector Datangi Rumah Sarwendah: 'Terlalu Dibesar-besarkan'
Jokowi Siap Sampaikan Visi Pembangunan Indonesia di Forum Ekonomi Dunia Bloomberg Besok
Meninggal Dunia usai Bermain Golf, Penyebab Pasti Kematian Dirut BJB Masih jadi Misteri
Ratusan Pendaki Terjebak di Ranu Kumbolo, Status Tanggap Darurat Ditetapkan Selama 7 Hari usai Erupsi Gunung Semeru
10 Tahun Pacaran, Kim Woo Bin dan Shin Min Ah Akhirnya Umumkan Pernikahan di Bulan Desember ini
Gempa 6,0 Guncang Maluku, Warga Ambon dan Seram Rasakan Getaran
Siap Menikah dengan Shin Minah usai 10 Tahun Pacaran, Kim Woobin Bagikan Surat untuk Penggemar
Kampung Haji Indonesia Siap Direalisasikan, Danantara Ikut Lelang Tanah 80 Hektare di Makkah
Borong 3,1 Juta Lembar Saham Trimegah Sekuritas, Boy Thohir Percaya pada Perusahaan dan Kondisi Pasar Modal Indonesia
Dukung Bazaar UMKM 'Jelajah Kuliner Indonesia' 2025, BRI Perkuat Daya Saing Perekonomian Daerah