Sempat Koma Sebelum Meninggal Dunia, Wakil Wali Kota Tangsel Janji Usut Tuntas Dugaan Kasus Bullying di SMPN 19

Photo Author
Cristina Jeany Malonda, Insibernews
- Minggu, 16 November 2025 | 17:05 WIB
Menyoroti kisah tragis korban yang meninggal dunia setelah diduga alami perundungan di SMPN 19 Tangerang Selatan.  (Instagram.com/@vocazine)
Menyoroti kisah tragis korban yang meninggal dunia setelah diduga alami perundungan di SMPN 19 Tangerang Selatan. (Instagram.com/@vocazine)

“Saya hadir mewakili Pemerintah Kota Tangerang Selatan ke pemakaman MH yang meninggal menyampaikan duka dan mendoakan kubur," ujar Pilar kepada awak media di Serpong, Tangsel, pada Minggu, 16 November 2025.

"Alhamdulillah prosesi berjalan lancar didampingi kepala dinas dan anggota dewan,” sambungnya.

Ia menegaskan pihaknya mendukung penuh proses penyelidikan aparat kepolisian terkait dugaan bullying tersebut.

Baca Juga: Soal Beras Oplosan yang Dijual Premium, Mentan Amran Soroti Fenomena Serakahnomic

“Kami dari Pemkot Tangsel tentu mengucapkan turut berduka cita. Mudah mudahan almarhum diberi terang kubur dan segala ibadahnya diterima Allah,” lanjut Pilar.

Dinas Pendidikan Kota Tangsel, menurut Pilar, telah melakukan koordinasi bersama KPAI untuk memperkuat aspek perlindungan anak.

Ia menyebut sosialisasi anti perundungan selama ini rutin dilakukan namun kasus ini menjadi evaluasi serius.

Baca Juga: Fans LE SSERAFIM Desak HYBE Bertindak Tegas, Tuduh NewJeans dan Fandomnya Lakukan Pelecehan dan Sebar Fitnah

“Sejauh ini, Dinas Pendidikan selalu melakukan sosialisasi dan koordinasi agar tidak terjadi perlakuan bullying terhadap siswa," sebut Pilar.

"Dalam konteks permasalahan hari ini, kami mengucapkan duka cita yang sedalam dalamnya kepada keluarga,” pungkasnya.***

Halaman:

Editor: Cristina Jeany Malonda

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X