INSIBERNEWS - Kebakaran besar melanda kawasan padat penduduk di Pengadegan Timur, Pancoran, Jakarta Selatan, pada Jumat (10/10/2025) sore. Api yang berkobar selama berjam-jam melahap ratusan bangunan dan membuat ratusan warga kehilangan tempat tinggal.
Data sementara mencatat sekitar 450 jiwa dari 120 kepala keluarga (KK) terdampak langsung akibat kebakaran tersebut. Mereka kini harus mengungsi sementara ke masjid terdekat sembari menunggu kesiapan lokasi penampungan yang tengah disiapkan pemerintah setempat.
Baca Juga: Indonesia Tegas Tolak Visa Atlet Israel, HNW: Sikap Ini Sesuai Konstitusi dan Nilai Kemanusiaan
Kepala Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta Selatan mengatakan, pihaknya menerima laporan kebakaran sekitar pukul 16.30 WIB.
Api diduga berasal dari salah satu rumah kontrakan yang mengalami korsleting listrik, sebelum kemudian menjalar cepat ke bangunan lain yang berdempetan.
“Petugas langsung kami kerahkan ke lokasi. Karena kondisi padat dan banyak material mudah terbakar, api dengan cepat meluas,” ujar seorang petugas Gulkarmat di lokasi kejadian.
Baca Juga: Terancam Hukuman Mati, Ammar Zoni Gagal Rehabilitasi hingga Jadi Pengedar di Rutan
Sebanyak 28 unit mobil pemadam kebakaran dan lebih dari seratus personel dikerahkan untuk menaklukkan si jago merah. Namun, hingga malam hari, proses pendinginan masih terus berlangsung karena api sempat menjalar hingga ke lapak-lapak usaha kecil di pinggir jalan.
Salah satu warga, Mulyani (43), mengaku tidak sempat menyelamatkan barang berharga karena api menjalar begitu cepat.
“Kami hanya bisa lari sambil membawa anak-anak. Semua habis, rumah, surat-surat, baju, nggak ada yang tersisa,” katanya lirih di tengah tenda darurat di pelataran masjid.
Pemerintah Kecamatan Pancoran bersama Dinas Sosial Jakarta Selatan kini tengah menyiapkan lokasi pengungsian sementara. Sejumlah posko bantuan juga mulai didirikan untuk menyalurkan kebutuhan dasar warga, seperti makanan, air bersih, dan pakaian layak pakai.
Selain itu, petugas kesehatan dari Puskesmas setempat telah diterjunkan untuk memeriksa kondisi para pengungsi, terutama anak-anak dan lansia yang mulai kelelahan setelah berjam-jam di tempat penampungan sementara.
Artikel Terkait
Penjualan Mobil di Indonesia Naik Tipis pada September 2025, Tapi Masih Lesu Dibanding Tahun Lalu
Pertanyakan Bukti Tersangka Nadiem Makarim, Hotman Paris Bawa Hasil Audit BPKP Sebut Tak Ada Kerugian Negara
Dearly Angkat Bicara Buntut Video Viral Ari Lasso yang Terlihat Kasar, Sebut Ia Sosok Pacar Baik
Kasus Ambruknya Ponpes Al Khoziny Naik ke Penyidikan, 17 Saksi Sudah Dipanggil Polisi
Miris! Bulan Madu Berujung Maut, Pasangan Suami Istri Ditemukan Tak Sadar Diri di Penginapan Glamping
Perkuat Program Makan Bergizi Gratis, BGN Siap Libatkan 5,000 Chef Profesional
Terancam Hukuman Mati, Ammar Zoni Gagal Rehabilitasi hingga Jadi Pengedar di Rutan
Blunder Awal Bikin Kacau, Timnas U-23 Tumbang 1-2 dari India di Laga Uji Coba Perdana
Terungkap! Alasan Dibalik Satu Kursi Kosong di Pernikahan Amanda Manopo dan Kenny Austin
Indonesia Tegas Tolak Visa Atlet Israel, HNW: Sikap Ini Sesuai Konstitusi dan Nilai Kemanusiaan