Drama BBM Tak Kunjung Usai, Pertamina dan SPBU Swasta Masih Beda Jalan

Photo Author
- Kamis, 2 Oktober 2025 | 19:42 WIB
Ilustrasi BBM (Foto : Daihatsu Astra)
Ilustrasi BBM (Foto : Daihatsu Astra)

INSIBERNEWS - Upaya pemerintah meredam kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) lewat kerja sama Pertamina dengan SPBU swasta ternyata belum berjalan mulus.

Rapat dengar pendapat (RDP) antara pengusaha SPBU swasta, Pertamina, dan Komisi XII DPR RI pada Rabu, 1 Oktober 2025, memperlihatkan bahwa proses kolaborasi ini masih penuh ganjalan.

Bahkan, dua pemain besar, VIVO dan BP-AKR, memilih mundur dari kesepakatan yang sempat digadang-gadang jadi solusi.

Baca Juga: Timnas Indonesia Mulai Merapat ke Arab Saudi, Persiapan Panas Jelang Duel Berat di Kualifikasi Piala Dunia 2026

Padahal sebelumnya, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia sempat optimistis bahwa SPBU swasta siap membeli BBM dari Pertamina.

Skema itu diyakini bisa menutup celah pasokan dan menghindari antrean panjang yang kerap muncul di sejumlah wilayah. Namun kenyataannya, langkah di lapangan tidak semudah yang dibayangkan.

Baca Juga: DPR Sahkan UU Ekstradisi Indonesia-Rusia, Perkuat Kerja Sama Lawan Kejahatan Transnasional

Dalam rapat yang digelar di Senayan tersebut, Shell Indonesia turut mengungkap kondisi pelik yang mereka alami. Presiden Direktur dan Country Chair Shell Indonesia, Ingrid Siburian, menyebut sekitar 200 SPBU milik mereka di Pulau Jawa sudah mengalami keterbatasan stok sejak Agustus 2025.

“Sejak Agustus, pasokan bensin makin terbatas. Saat ini, sebagian besar SPBU kami hanya bisa menjual solar,” ucap Ingrid di hadapan anggota DPR.

Baca Juga: Terapis Muda Ditemukan Tewas di Lahan Kosong Pejaten, Polisi Selidiki Misteri Kematian

Ia menuturkan bahwa sejak Juni 2025 pihaknya sudah mengirim surat resmi ke pemerintah untuk meminta tambahan kuota impor. Namun, respon baru diterima sebulan kemudian lewat surat Wakil Menteri ESDM yang menyatakan bahwa izin impor akan dibatasi hanya 10 persen di atas total penjualan tahun 2024.

Shell pun sempat bertemu langsung dengan Menteri Bahlil pada 19 September 2025. Pertemuan itu menghasilkan kesepakatan awal bahwa Pertamina Patra Niaga bersedia menyuplai base fuel untuk kebutuhan SPBU Shell.

“Kami mengapresiasi keputusan itu, karena sebenarnya yang kami khawatirkan adalah keberlanjutan pasokan,” kata Ingrid.

Baca Juga: Melalui 1 Juta AgenBRILink, BRI Perkuat Inklusi Keuangan dan Catat Transaksi Rp1,145,22 Triliun

Halaman:

Editor: Varin Vaprilia Caroline

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X