INSIBERNEWS - Kabar baik datang bagi masyarakat yang belakangan resah karena ketersediaan BBM di sejumlah SPBU swasta sempat terganggu. Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Yuliot Tanjung memastikan bahwa beberapa perusahaan swasta besar, termasuk Shell dan BP, telah menyampaikan data kebutuhan impor bahan bakar minyak (BBM) kepada Pertamina.
“Sudah menyampaikan data ke Pertamina,” ujar Yuliot saat ditemui di ajang Green Energy Summit 2025 di Jakarta, Selasa (23/9).
Baca Juga: Pertama Kali dalam 22 Tahun, Suzuki Motor Resmi Ganti Logo
Yuliot menjelaskan bahwa pada Jumat (19/9) lalu, badan usaha swasta yang terdiri dari Shell, BP, Vivo, dan ExxonMobil sudah mencapai kesepakatan bersama.
Mereka akan membeli base fuel hasil impor Pertamina, yang kemudian akan ditambahkan zat aditif sesuai standar masing-masing perusahaan sebelum dijual di SPBU mereka.
Pertemuan ini difasilitasi langsung oleh Kementerian ESDM sebagai bagian dari upaya mencari jalan keluar atas kelangkaan BBM non-subsidi di SPBU swasta.
Namun, Yuliot menegaskan bahwa soal detail kerja sama bisnis antara Pertamina dan perusahaan swasta tersebut berada di luar ranah pemerintah.
Baca Juga: Puan Maharani Tanggapi Soal Wacana Prabowo-Gibran Dua Periode: Pemilu 2029 Masih Jauh
“Fasilitasi sudah kami lakukan, tapi untuk kesepakatan komersial itu sepenuhnya menjadi urusan bisnis antarperusahaan,” jelasnya.
Lebih jauh, Yuliot menyampaikan bahwa target pemerintah adalah memastikan pasokan BBM di SPBU swasta bisa kembali normal dalam waktu sepekan. Dengan begitu, konsumen tidak lagi mengalami kesulitan ketika mencari bahan bakar di luar jaringan SPBU Pertamina.
Sejumlah pengendara belakangan mengeluhkan stok BBM jenis tertentu yang menipis bahkan habis di SPBU non-Pertamina. Kondisi ini memicu antrean panjang di beberapa titik, terutama di wilayah perkotaan. Kehadiran kesepakatan baru ini diharapkan bisa segera meredakan keresahan masyarakat.
Baca Juga: Mahfud MD Siap Gabung Komite Reformasi Polri, Istana Beri Sambutan Hangat
Selain fokus pada pasokan jangka pendek, pemerintah juga mendorong adanya koordinasi lebih erat antara badan usaha swasta dengan Pertamina di masa mendatang. Hal ini dianggap penting untuk menjaga stabilitas pasokan energi sekaligus memastikan layanan kepada masyarakat tetap terjamin.
Dengan adanya kerja sama ini, Pertamina dan perusahaan swasta seperti Shell, BP, Vivo, hingga ExxonMobil diharapkan bisa bahu-membahu menjaga ketersediaan BBM. Pemerintah optimistis, dengan langkah kolaboratif tersebut, persoalan kelangkaan BBM di SPBU swasta tak akan berlarut-larut.
Artikel Terkait
Serukan Stop Perang di Gaza, Prabowo: Pengakuan Negara Palestina adalah Sisi Sejarah yang Benar!
APBN 2026 Resmi Disahkan DPR, Pendapatan Negara Ditarget Rp3.153 Triliun
Nadiem Gugat Penetapan Tersangka Kasus Chromebook, Ajukan Praperadilan di PN Jaksel
GAC AION RT Versi Terbaru Meluncur, Bawa Fitur Baru dengan Harga Tetap Terjangkau
Final Miss Universe Indonesia 2025: Sanly Liu Dinobatkan Juara, Kirana Larasati Masuk 3 Besar!
Jangan Asal Pakai! Begini Cara Tepat Memilih Skincare untuk Sang Buah Hati
Video Maba UNSRI Viral Usai Dipaksa Kating Cium Teman, Kampus Bentuk Tim Investigasi
Mahfud MD Siap Gabung Komite Reformasi Polri, Istana Beri Sambutan Hangat
Puan Maharani Tanggapi Soal Wacana Prabowo-Gibran Dua Periode: Pemilu 2029 Masih Jauh
Pertama Kali dalam 22 Tahun, Suzuki Motor Resmi Ganti Logo