Namun, rencana ini dianggap sejalan dengan pernyataan Donald Trump beberapa waktu lalu yang menyebut ingin “membersihkan” Gaza dan membangun kembali wilayah tersebut dalam skala besar.
Di tingkat global, proposal “Gaza Riviera” langsung menuai kecaman. Banyak pihak menilai ide itu bukanlah pembangunan, melainkan kedok untuk melakukan deportasi massal. Philip Grant, Direktur Eksekutif Trial International, menyebut rencana tersebut sebagai “cetak biru kejahatan internasional.”
Baca Juga: Viral! Sewa Kios Blok M Naik Hampir 10 Kali Lipat, Gubernur DKI Jakarta Turun Tangan
“Ini adalah cetak biru untuk deportasi massal, yang dipasarkan sebagai pembangunan. Hasilnya bisa menjadi contoh buku teks tentang kejahatan internasional dalam skala yang sulit dibayangkan,” tegas Grant dalam keterangannya.
Grant juga memperingatkan bahwa siapa pun yang terlibat, termasuk sektor swasta berpotensi menghadapi konsekuensi hukum di masa mendatang. Ia menekankan bahwa pemindahan paksa, rekayasa demografi, hingga hukuman kolektif terhadap populasi sipil, jelas masuk dalam kategori kejahatan terhadap kemanusiaan.
Dengan begitu, rencana Gaza Riviera kini bukan hanya dipandang sebagai proyek ambisius, tetapi juga sebagai isu serius yang mengundang sorotan dunia internasional.
Artikel Terkait
Ultimatum 17 dan 8 Tuntutan Rakyat Untuk Pemerintahan Prabowo, Berikut Daftarnya!
Fraksi PAN Ajukan Penghentian Hak Keuangan Eko Patrio dan Uya Kuya ke DPR dan Kemenkeu
Buntut Demo Ricuh, Arumi Bachsin Ungkap Kondisi Keluarga dan Pesan Menyentuh
Diungkapkan Direktur Utama BRI Hery Gunardi, Begini Strategi Keberhasilan Peningkatan Dana Murah
Viral! Chika Jessica Ungkap Keponakannya Jadi Korban Kekerasan Polisi Saat Demo!
Viral! Sewa Kios Blok M Naik Hampir 10 Kali Lipat, Gubernur DKI Jakarta Turun Tangan
Jang Wonyoung Bocorkan Impian Masa Depan dan Tipe Pria Ideal, Jawabannya Jadi Sorotan
Jangan Remehkan Air Radiator, Bisa Jadi Penyelamat Mesin Mobil Anda
AI Jadi Andalan Pekerja Remote, Bikin Kerja Jarak Jauh Lebih Efisien dan Minim Stres
Vanenburg Tantang Pemain Naturalisasi Buktikan Diri di Kualifikasi Piala Asia U-23