Proyek Kota Modern AS 'Gaza Riviera' Bocor, Diduga Libatkan Investor Besar dengan Dana Fantastis

Photo Author
Adi Sutiyawan, Insibernews
- Rabu, 3 September 2025 | 14:25 WIB
Potret Presiden Amerika Serikat Donald Trump (foto: Istimewa)
Potret Presiden Amerika Serikat Donald Trump (foto: Istimewa)

Namun, rencana ini dianggap sejalan dengan pernyataan Donald Trump beberapa waktu lalu yang menyebut ingin “membersihkan” Gaza dan membangun kembali wilayah tersebut dalam skala besar.

Di tingkat global, proposal “Gaza Riviera” langsung menuai kecaman. Banyak pihak menilai ide itu bukanlah pembangunan, melainkan kedok untuk melakukan deportasi massal. Philip Grant, Direktur Eksekutif Trial International, menyebut rencana tersebut sebagai “cetak biru kejahatan internasional.”

Baca Juga: Viral! Sewa Kios Blok M Naik Hampir 10 Kali Lipat, Gubernur DKI Jakarta Turun Tangan

“Ini adalah cetak biru untuk deportasi massal, yang dipasarkan sebagai pembangunan. Hasilnya bisa menjadi contoh buku teks tentang kejahatan internasional dalam skala yang sulit dibayangkan,” tegas Grant dalam keterangannya.

Grant juga memperingatkan bahwa siapa pun yang terlibat, termasuk sektor swasta berpotensi menghadapi konsekuensi hukum di masa mendatang. Ia menekankan bahwa pemindahan paksa, rekayasa demografi, hingga hukuman kolektif terhadap populasi sipil, jelas masuk dalam kategori kejahatan terhadap kemanusiaan.

Dengan begitu, rencana Gaza Riviera kini bukan hanya dipandang sebagai proyek ambisius, tetapi juga sebagai isu serius yang mengundang sorotan dunia internasional.

Halaman:

Editor: Adi Sutiyawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X