INSIBERNEWS - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus memperdalam penyidikan kasus dugaan pemerasan dalam pengurusan sertifikasi keselamatan dan kesehatan kerja (K3) yang menyeret nama Koordinator Bidang Kelembagaan dan Personil K3, Irvian Bobby Mahendro atau yang dikenal dengan julukan “Sultan” (IBM).
Setelah menetapkannya sebagai tersangka, kini penyidik mulai memburu aset-aset bernilai fantastis yang diduga berasal dari uang hasil pemerasan.
Baca Juga: Kim Jong-un Bangun Jalan Baru di Pyongyang untuk Hormati Prajurit Gugur di Ukraina
Pelaksana tugas (Plt) Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK, Asep Guntur Rahayu, menegaskan bahwa pencarian aset ini menjadi langkah krusial.
Pasalnya, Irvian diketahui menerima dana sekitar Rp69 miliar dari skema pemerasan tersebut. Jumlah itu diduga kemudian disamarkan dalam bentuk berbagai barang bernilai tinggi.
“Kita lihat barang-barangnya ini sudah diubah bentuk, baik jadi properti, maupun dalam bentuk kendaraan mewah,” ujar Asep saat ditemui di Jakarta, Sabtu (30/8/2025).
Menurut Asep, penyidik tidak hanya berfokus pada aset yang tercatat langsung atas nama Irvian. KPK juga mendalami kepemilikan aset yang mungkin dipindahkan atau dititipkan atas nama pihak lain. Cara itu biasa dipakai tersangka korupsi untuk menyamarkan hasil kejahatan.
“Benda tidak bergerak, baik atas nama dirinya maupun orang lain, semua akan kita telusuri,” tegasnya.
Baca Juga: BYD Cetak Laba Fantastis di Paruh Pertama 2025, Mobil Listrik Jadi Mesin Utama
Selain soal pemerasan, penyidik juga membuka peluang untuk menjerat Irvian dengan pasal tindak pidana pencucian uang (TPPU). Indikasi ini muncul setelah sejumlah barang bukti yang ditemukan terbukti dibeli menggunakan dana hasil kejahatan.
“Nah itu sedang dianalisis, apakah layak untuk dikenakan juga tindak pidana pencucian uang. Kalau cukup bukti, tentu bisa kita kembangkan ke arah sana,” tambah Asep.
Baca Juga: Populasi Mobil Listrik di RI Tembus 274 Ribu, Insentif PPN Jadi Pendorong Utama
Kasus ini tidak hanya menjerat Irvian seorang. KPK menetapkan total sebelas orang tersangka, termasuk mantan Wakil Menteri Ketenagakerjaan Immanuel Ebenezer alias Noel.
Artikel Terkait
Penembakan di Sekolah Katolik AS Guncang Komunitas, Pelaku Terobsesi Pembunuhan Massal
Jerome Polin Bongkar Tawaran Jadi Buzzer, Marshel Widianto Kena Sorotan Netizen
Kulit Mendadak Merah dan Melepuh, Bisa Jadi Bukan Sekadar Gigitan Nyamuk
Bakal Gunakan Biaya Pribadi, Menteri PKP Janjikan Rumah Bersubsidi bagi Keluarga Affan Kurniawan
Nama Disalahgunakan, Ernest Prakasa Geram Jadi Korban Kanal YouTube Palsu
Psikolog Lita Gading Diperiksa Polisi, Tegaskan Misi Edukasi Bukan Perundungan
Populasi Mobil Listrik di RI Tembus 274 Ribu, Insentif PPN Jadi Pendorong Utama
BYD Cetak Laba Fantastis di Paruh Pertama 2025, Mobil Listrik Jadi Mesin Utama
Tiara Andini Spill Pengalaman Dipaksa Menteri Tukar Kursi Pesawat: Masalah Sepele Aja Merasa Berpower
Kim Jong-un Bangun Jalan Baru di Pyongyang untuk Hormati Prajurit Gugur di Ukraina