Febri menegaskan bahwa kebijakan pemerintah selalu mempertimbangkan keseimbangan antar-sektor. Ia mengingatkan, jika usulan BMAD dengan tarif 45% diterapkan, risiko terbesar justru menimpa industri hilir.
"Ini akan menjadi tragedi nasional. Sedangkan potensi PHK di sektor hulu yang jauh lebih kecil masih bisa dimitigasi melalui optimalisasi serapan lokal," tegasnya.
Baca Juga: Pasar Saham Bergerak Dinamis, Investor Taruh Harapan pada Penurunan Suku Bunga
Dinilai Kemenperin pertumbuhan sektor tekstil di kuartal I dan II 2025 yang masih di atas 4% merupakan capaian yang harus dijaga.
Oleh karena itu, Febri menekankan pentingnya sinergi semua pihak.
"Kemenperin berharap asosiasi industri dapat melihat kebijakan pemerintah secara objektif," tutupnya.***
Artikel Terkait
Viral! Pasha Ungu Undur Diri Jadi DPR RI?
Siapa Taisei Marukawa? Ini Biodata Pemain Dewa United yang Cetak Gol vs Persik Kediri
Biodata Alexis Messidoro yang Cetak Gol Melawan Persik Kediri di Super League Indonesia 2025
Melalui Titik Penalti, Alex Martins Ferreira Cetak Gol vs Persik Kediri: Ini Biodatanya....
CPNS 2025 Apakah Ada Kemungkinan Dibuka? Begini Jawaban Menpan-RB Rini Widyantini
Profil Wahyu Prasetyo, Dapat Kartu Kuning Saat Bela Dewa United vs Persik Kediri