Dengan target ambisius ini, pemerintah berharap APBN 2026 mampu menjadi instrumen yang tidak hanya menopang pembangunan, tetapi juga menjaga stabilitas ekonomi nasional.
Pendapatan negara yang kuat diharapkan bisa memberikan ruang fiskal lebih besar untuk belanja produktif, termasuk pendidikan, kesehatan, infrastruktur, dan perlindungan sosial.
Baca Juga: Aktor Korea Lee Ji Hoon Dilaporkan Istri atas Dugaan KDRT, Agensi Buka Suara
Kenaikan target pendapatan dalam RAPBN 2026 sekaligus mencerminkan tekad pemerintah untuk memperkuat fondasi fiskal Indonesia di tengah momentum menuju Visi Indonesia Emas 2045.
Pemerintah optimistis, dengan reformasi perpajakan yang konsisten, pendapatan negara bisa tumbuh lebih berkelanjutan tanpa terlalu bergantung pada faktor eksternal.