Kenapa BBM di Jember Langka? Ternyata Ini Biang Keroknya

Photo Author
Ferawaty, Insibernews
- Senin, 28 Juli 2025 | 20:38 WIB
Ilustrasi BBM. Ini penyebab BBM di Jember menjadi langka. (kemenpanrb.go.id)
Ilustrasi BBM. Ini penyebab BBM di Jember menjadi langka. (kemenpanrb.go.id)

INSIBERNEWS - Warga Jember kini dibuat kelimpungan akibat kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) di berbagai Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU). Antrean kendaraan mengular sejak pagi hari.

Tak sedikit SPBU yang terpaksa menghentikan operasional karena kehabisan stok. Situasi ini berlangsung sejak akhir pekan lalu dan belum menunjukkan tanda-tanda membaik.

Banyak yang awalnya menduga kelangkaan disebabkan oleh tingginya permintaan atau aktivitas penimbunan. Namun ternyata penyebab utamanya bukan itu.

Baca Juga: Cetak Gol Lawan Vietnam di Piala AFF U23 2025, Ini Biodata Javier Mariona

Distribusi BBM di wilayah Jember mengalami gangguan serius sejak Sabtu, 26 Juli 2025. Hal ini dipicu oleh penutupan jalur nasional Jember–Banyuwangi via Gumitir.

Jalur tersebut merupakan rute utama pengangkutan BBM dari depot ke wilayah Jember dan sekitarnya. Penutupannya langsung berdampak pada kelancaran pasokan.

Penutupan jalur Gumitir dilakukan menyusul adanya potensi longsor dan pergeseran tanah yang membahayakan. Demi keselamatan, akses ditutup total.

Baca Juga: Siapa Starting XI yang Diturunkan Filipina? Lawan Thailand di Perebutan Peringkat 3 Piala AFF U23 2025

Akibatnya, truk pengangkut BBM harus memutar melalui jalur alternatif yang jauh lebih panjang dan sempit. Ini membuat waktu tempuh dan distribusi menjadi sangat terhambat.

Pertamina menyatakan bahwa pasokan BBM sebenarnya tersedia, namun distribusinya tidak bisa dilakukan sesuai jadwal karena hambatan jalur.

Beberapa SPBU mengaku hanya menerima pasokan setengah dari jumlah normal. Bahkan ada yang belum menerima kiriman selama dua hari berturut-turut.

Baca Juga: Bakal Ada Var di Timnas Indonesia vs Vietnam, Begini Respon Gerald Vanenburg

Pemerintah daerah bersama aparat terkait tengah mencari solusi terbaik. Salah satunya adalah dengan membuka jalur darurat atau mempercepat perbaikan akses Gumitir.

Warga diimbau untuk tidak melakukan pembelian berlebihan agar tidak memperparah situasi. Pengawasan terhadap praktik penimbunan juga mulai ditingkatkan.

Halaman:

Editor: Ferawaty

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X