Duel Tragis Antar Pelajar di Cianjur, 16 Remaja Jadi Tersangka atas Kematian Zain

Photo Author
- Jumat, 25 Juli 2025 | 14:25 WIB
Ilustrasi garis polisi  (AFP)
Ilustrasi garis polisi (AFP)

INSIBERNEWS - Duka menyelimuti keluarga Muhammad Zain, remaja 14 tahun yang tewas usai terlibat duel maut antar pelajar di Cianjur, Jawa Barat. Peristiwa tragis ini terjadi pada Jumat malam, 18 Juli 2025, di sekitar area jembatan, dan kini telah menyeret 16 remaja lainnya sebagai tersangka.

Kasatreskrim Polres Cianjur, AKP Tono Listianto, mengonfirmasi bahwa semua tersangka yang rata-rata masih di bawah umur itu memiliki peran masing-masing dalam kejadian yang menewaskan Zain.

Korban merupakan pelajar dari sebuah Madrasah Tsanawiyah (MTS), dan diketahui berduel dengan pelajar dari SMP Negeri setempat.

Baca Juga: Wasiat Terakhir Ayah Sarwendah untuk Betrand Peto Akhirnya Terungkap! Isinya Bikin Haru

“Perkelahiannya dua lawan dua, tapi yang terlibat secara tidak langsung jumlahnya jauh lebih banyak. Ada yang mendorong, mengajak, merekam, hingga hanya menonton tanpa mencegah. Semuanya kami proses karena membiarkan kekerasan terjadi,” kata Tono saat dikonfirmasi pada Jumat (25/7).

Baca Juga: Agar Telapak Kaki Bebas Kapalan, Ini Dia Perawatan yang Bisa Kamu Coba di Rumah

Dari 16 remaja yang dijerat sebagai tersangka, beberapa diketahui aktif mendorong terjadinya duel. Inisial AZ misalnya, ikut menyemangati temannya untuk berkelahi.

AN dan RA berperan sebagai pengendara motor yang membawa pelaku ke lokasi. Sementara FD, SS, dan RA lainnya bertugas merekam jalannya perkelahian, yang kemudian tersebar luas di media sosial.

Baca Juga: Turun Tipis, Garis Kemiskinan Rumah Tangga di Jakarta Kini Rp4,1 Juta per Bulan

Salah satu pelaku utama, MN, merupakan lawan duel korban. Dalam perkelahian tersebut, Zain didorong hingga terjatuh ke sungai dari atas jembatan dengan ketinggian mencapai 15 meter.

Ia ditemukan dalam kondisi tidak sadarkan diri, dengan luka-luka cukup parah, dan dinyatakan meninggal dunia saat dalam perjalanan menuju rumah sakit.

“Ada juga pelaku yang tidak secara langsung terlibat fisik, tapi menonton dan tidak mencegah, bahkan menikmati kejadian tersebut. Ini menjadi bagian dari pasif kriminalitas. Mereka juga bertanggung jawab atas tewasnya korban,” tambah Tono.

Baca Juga: Andre Taulany Kembali Gugat Cerai Sang Istri Erin, Netizen Ikut Bersedih

Sebagian besar tersangka mengaku menyesal, namun proses hukum tetap berjalan. Polisi menekankan pentingnya peran orang tua dan sekolah dalam mengawasi aktivitas remaja, termasuk pengaruh media sosial dan budaya kekerasan yang kini mudah tersebar melalui ponsel.

Halaman:

Editor: Varin Vaprilia Caroline

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X