Miris! Paralayang di Bali Berujung Maut, Pasutri Asal Korea Tewas Setelah Jatuh ke Laut

Photo Author
- Selasa, 22 Juli 2025 | 18:38 WIB
Ilustrasi garis polisi  (AFP)
Ilustrasi garis polisi (AFP)

INSIBERNEWS - Kegiatan wisata ekstrem di Bali kembali memakan korban. Sepasang suami istri asal Korea Selatan meninggal dunia setelah mengalami kecelakaan saat bermain paralayang di kawasan Desa Kutuh, Kecamatan Kuta Selatan, Kabupaten Badung, Bali, pada Minggu siang, 18 Juli 2025.

Peristiwa tragis ini terjadi sekitar pukul 12.30 WITA. Kedua korban yang diketahui bernama Han Seojin Han (43) dan Hwang Jinah (41), dilaporkan gagal mendarat dengan sempurna dan justru jatuh ke laut di sekitar Pantai Tanah Barak. Lokasi jatuhnya berada sekitar empat meter dari bibir pantai, dengan kedalaman air kurang lebih satu meter.

Baca Juga: Siapa Starting XI di Piala AFF U23 2025, Cek Ini Prediksi Susunan Pemain Thailand vs Myanmar

Menurut keterangan Kepolisian, musibah ini terjadi karena korban tidak sempat melepaskan perlengkapan paralayang saat jatuh ke laut.

“Ketika jatuh ke air, kedua korban panik dan tidak bisa melepaskan harness cocoon, alat duduk paralayang. Akibatnya, tubuh mereka tenggelam dan tidak bisa mengapung,” ujar Kasi Humas Polresta Denpasar, AKP I Ketut Sukadi, saat dikonfirmasi pada Selasa (22/7).

Baca Juga: Timnas Voli Putra Bidik Emas SEA Games 2025, Pelatih: Butuh Waktu dan Ketajaman Taktik

Insiden tersebut bermula saat pasangan ini bermain paralayang bersama tiga teman mereka yang juga berasal dari Korea Selatan. Setelah sekitar 10 menit mengudara, cuaca berubah dan arah angin bergeser, memaksa seluruh peserta untuk segera kembali mendarat.

Tiga orang lainnya berhasil mendarat dengan selamat. Namun, pasangan suami istri ini justru kehilangan kendali dan jatuh ke laut. Menyadari kondisi darurat, teman-teman korban bersama warga sekitar langsung berenang ke lokasi dan mencoba melakukan penyelamatan.

Baca Juga: Setelah Sempat Ditutup, Starlink Kembali Buka Pendaftaran Pelanggan Baru di Indonesia

Kedua korban akhirnya berhasil dievakuasi, namun dalam keadaan tidak sadarkan diri. Mereka segera dilarikan ke rumah sakit terdekat, namun nyawa mereka tidak tertolong. Dokter menyatakan keduanya telah meninggal dunia sesaat setelah tiba di fasilitas medis.

Pihak kepolisian saat ini tengah melakukan penyelidikan lebih lanjut, termasuk memeriksa operator paralayang dan mengecek standar keselamatan yang digunakan saat kegiatan berlangsung.

Tragedi ini menjadi pengingat bahwa aktivitas wisata ekstrem tetap menyimpan risiko tinggi meski dilakukan di destinasi populer seperti Bali.

Editor: Varin Vaprilia Caroline

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X