Baca Juga: Head to Head Atletico Madrid vs Botafogo Piala Dunia Antar Klub 2025, Ternyata...
Sementara itu, dunia internasional kini menahan napas, menanti langkah Iran selanjutnya. Apakah Teheran benar-benar akan melancarkan serangan ke pangkalan AS di Irak, Suriah, atau bahkan negara-negara Teluk seperti Qatar dan Bahrain? Atau ini hanya strategi diplomasi untuk menekan musuhnya? Analis militer global memperkirakan Iran mungkin akan memilih serangan asimetris, seperti melalui kelompok proksi di kawasan, untuk menghindari konfrontasi langsung yang bisa memicu perang terbuka. Namun, risiko salah perhitungan tetap tinggi, apalagi dengan sejarah panjang ketegangan antara Iran dan AS.
Baca Juga: Iran Klaim Sudah Antisipasi Serangan AS, Trump Tetap Sebut Operasi Bersejarah
Situasi ini juga memunculkan kekhawatiran di kalangan negara-negara tetangga. Arab Saudi dan Uni Emirat Arab, yang selama ini jadi sekutu dekat AS, kini waswas jika konflik meluas.
Sementara itu, Rusia dan China, dua mitra strategis Iran, telah menyuarakan kecaman terhadap serangan tersebut, menyebutnya sebagai “tindakan tidak bertanggung jawab” yang bisa mengacaukan stabilitas kawasan.
Dengan semua pihak bersiaga, Timur Tengah kini ibarat barel mesiu yang tinggal menunggu percikan kecil untuk meledak menjadi krisis besar.
Artikel Terkait
Melanggar Aturan, Petugas Terpaksa Buang Botol Air Zamzam yang Dibawa Pulang Jemaah Haji Indonesia ke Tanah Air
Catatkan Prestasi Bersama BRI, UMKM Rempah Lokal Labuna Makin Mendunia
Meski Satgas Dibubarkan, Kapolri Tegaskan Pemberantasan Pungli dan Korupsi Terus Berjalan
Terjadi Lagi! Pesawat Saudia Airlines Dapat Ancaman Bom, Mendarat Darurat di Bandara Kualanamu
Serangan Kejut AS ke Iran: Fordow Dihantam, Trump Ancam Serangan Lanjutan
BRI Bagikan Hadiah Mobil Listrik hingga Jam Tangan Pintar bagi Merchant di Program Loyalty Poin Cashier 2025
Prabowo Teken Aturan Baru: Saksi Pelaku Bisa Dapat Remisi dan Bebas Bersyarat
Iran Klaim Sudah Antisipasi Serangan AS, Trump Tetap Sebut Operasi Bersejarah
Menjadi yang Pertama di Indonesia, BRI Terbitkan Social Bond Senilai Rp5 Triliun untuk Dukung Pembiayaan Inklusif dan Berkelanjutan
Fokus pada Tata Kelola yang Solid, Telkom Perkuat Posisi sebagai Penggerak Ekosistem Digital yang Berdaya Saing Global