INSIBERNEWS - Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman kembali mengungkap sisi gelap distribusi pangan di Indonesia. Kali ini, ia menyoroti dugaan praktik manipulasi data stok beras yang terjadi di Pasar Induk Beras Cipinang (PIBC), Jakarta.
Menurutnya, data yang seolah-olah menunjukkan kekurangan stok, sengaja dibuat untuk mendorong opsi impor yang justru merugikan petani dalam negeri.
Baca Juga: Izin Tambang PT Gag Nikel Disorot, Bahlil: Sudah Terbit Sejak 2017, Jangan Asal Tuduh
"Ini modus lama yang terus diulang. Data stok dimanipulasi agar seolah kita kekurangan beras, lalu muncul desakan untuk impor," ujar Amran dalam keterangan resminya, Sabtu (7/6/2026).
Baca Juga: Ternyata Bukan Pulau Gag, Wilayah Pulau Geopark Raja Ampat Terancam oleh Dua Perusahaan Ini!
Ia menyayangkan tindakan semacam itu karena dampaknya sangat luas. Ketika impor dilakukan secara tidak tepat waktu, petani lokallah yang paling dirugikan.
Harga gabah bisa anjlok, dan semangat petani untuk terus bertanam pun ikut surut. Padahal, menurut Amran, stok beras nasional masih sangat mencukupi dan tidak ada kondisi darurat pangan yang harus direspons dengan impor.
"Petani kita sudah kerja keras menanam dan memanen. Tapi kalau hasilnya malah dikalahkan oleh beras impor yang datang karena permainan data, itu jelas tidak adil," tegasnya.
Amran juga menegaskan bahwa jika Indonesia ingin berdiri kokoh secara ekonomi dan ketahanan nasional, sektor pertanian harus benar-benar dilindungi.
Ia menyebut bahwa dari 270 juta penduduk Indonesia, sekitar 150 hingga 160 juta orang hidup dari sektor pertanian, perkebunan, dan peternakan. Artinya, memperkuat petani sama saja dengan memperkuat fondasi negara.
Baca Juga: Timnas Indonesia Naik ke Peringkat 116 Dunia, Lampaui Malaysia di Ranking FIFA
“Kalau negara ini mau kuat, perhatikan petaninya. Jangan sampai mereka jadi korban sistem atau permainan mafia yang hanya mementingkan keuntungan sesaat,” tambah Amran.
Ia juga meminta semua pihak, termasuk aparat penegak hukum dan pengawas pangan, untuk serius mengusut dugaan manipulasi ini dan memberikan sanksi tegas bagi para pelaku.
Artikel Terkait
Arab Saudi Kirim Obat Pakai Drone Selama Haji, Bantu Jemaah di Tengah Cuaca Ekstrem
Waduh! Video Lama Anggota DPR Diubah Narasinya, Dikaitkan ke Isu Ijazah Jokowi
Kebakaran Hebat di Kapuk Muara, Ratusan Rumah Nyaris Terlalap Api
Ganda Putra Jadi Tumpuan Terakhir Indonesia di Indonesia Open 2025
Timnas Indonesia Naik ke Peringkat 116 Dunia, Lampaui Malaysia di Ranking FIFA
Menteri Bahlil Diminta Warga Lanjutkan Operasional GAG Nikel Saat Kunjungi Pulau Gag
Tanggapi Video Pencemaran Pulau Gag, Gubernur Papua Barat Daya: Itu Hoax
Momen Idul Adha, BRI Peduli Tingkatkan Produktivitas Peternak Domba di Desa BRILiaN Sukalaksana Garut
Ternyata Bukan Pulau Gag, Wilayah Pulau Geopark Raja Ampat Terancam oleh Dua Perusahaan Ini!
Izin Tambang PT Gag Nikel Disorot, Bahlil: Sudah Terbit Sejak 2017, Jangan Asal Tuduh