Berkat Manajemen Risiko Efektif dan Prudent, BRI Berhasil Tingkatkan Kualitas Kredit dengan Pencadangan Kuat

Photo Author
Cristina Jeany Malonda, Insibernews
- Kamis, 8 Mei 2025 | 14:27 WIB
Berkat Manajemen Risiko Efektif dan Prudent, BRI Berhasil Tingkatkan Kualitas Kredit dengan Pencadangan Kuat (Dok. BRI )
Berkat Manajemen Risiko Efektif dan Prudent, BRI Berhasil Tingkatkan Kualitas Kredit dengan Pencadangan Kuat (Dok. BRI )

INSIBERNEWS, Jakarta - Berhasil menunjukkan kinerja positif dalam menjaga kualitas aset di tengah dinamika ekonomi global.

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) hingga akhir Triwulan I/2025, berhasil mencatatkan rasio kredit bermasalah atau Non-Performing Loan (NPL) yang membaik.

Serta memperkuat pencadangan risiko kredit sebagai bagian dari upaya menjaga ketahanan keuangan secara berkelanjutan.

Baca Juga: Resmi jadi Pasutri! Intip Maskawin Luna Maya dan Maxime Bouttier yang Sesuai dengan Hari Pernikahannya

Pencapaian tersebut disampaikan pada Press Conference Kinerja Keuangan BRI Triwulan I 2025 oleh Direktur Manajemen Risiko BRI Mucharom di Jakarta (30/04).

“Rasio NPL BRI tercatat membaik dari 3,11% pada akhir Maret 2024 menjadi 2,97% pada akhir Maret 2025. Penurunan rasio NPL ini merupakan hasil dari penerapan manajemen risiko yang efektif dan prinsip kehati-hatian (prudent) dalam proses penyaluran kredit di seluruh segmen bisnis BRI,” ujar Mucharom.

Selain itu, perbaikan kualitas kredit juga tercermin dari rasio Loan at Risk (LAR) BRI yang turun signifikan, dari 12,68% pada Triwulan I 2024 menjadi 11,12% pada Triwulan I 2025.

Baca Juga: Mengintip Program Makan Bergizi Gratis di Sekolah, Bill Gates Berikan Komentar Ini!

Perbaikan ini menandakan pengelolaan portofolio kredit BRI semakin sehat dan terkendali, meskipun sektor usaha masih menghadapi tantangan eksternal seperti ketidakpastian geopolitik.

Untuk menjaga ketahanan neraca, BRI juga terus meningkatkan pencadangan risiko yang memadai. Hingga akhir Maret 2025, Rasio NPL Coverage BRI terbilang sangat kuat dengan rasio sebesar 200,60%.

Pencapaian ini menunjukkan kesiapan BRI dalam mengantisipasi potensi pemburukan kualitas aset yang mungkin timbul akibat ketidakpastian perekonomian domestik maupun global.

Baca Juga: Fantastis! Indonesia Dapat Dana Hibah Senilai Rp2,6 T dari Bill Gates untuk Sektor Teknologi hingga Pertanian

“Dengan coverage ratio yang sangat memadai ini, BRI tidak hanya mampu menjaga stabilitas neraca secara berkelanjutan, namun juga memberikan keyakinan kepada investor, regulator, dan seluruh stakeholders bahwa perseroan memiliki fundamental yang kuat dalam menghadapi dinamika ekonomi, terutama di tengah kondisi tekanan ekonomi dan geopolitik global seperti perang tarif,” ujar Mucharom.

Sementara itu, dari sisi penyaluran kredit, hingga akhir Triwulan I BRI berhasil mencatatkan penyaluran kredit sebesar Rp1.373,66 triliun atau tumbuh 4,97% yoy.

Halaman:

Editor: Cristina Jeany Malonda

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X