INSIBERNEWS - Presiden Prabowo Subianto menanggapi tegas anggapan yang menyebut dirinya hanyalah boneka politik yang dikendalikan Presiden ke-7 RI, Joko Widodo.
Dalam arahannya pada Sidang Kabinet Paripurna di Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin, Prabowo membantah tudingan tersebut dan menyebut klaim itu tidak masuk akal serta jauh dari kenyataan.
Baca Juga: Agus Buntung Dituntut 12 Tahun Penjara atas Kasus Kekerasan Seksual
“Saya dibilang presiden boneka, dikendalikan oleh Pak Jokowi, seolah-olah tiap malam saya ditelepon dan diarahkan. Saya tegaskan, itu sama sekali tidak benar,” kata Prabowo di hadapan para menteri.
Baca Juga: Paula Verhoeven Disebut Jadi Korban, Kebiasaan Buruk Baim Wong Dibongkar Oleh Mantan Rekan Kerja
Ia menjelaskan bahwa kedekatannya dengan Jokowi bukan sesuatu yang harus dipermasalahkan. Bahkan, ia juga menjalin komunikasi yang baik dengan para mantan presiden lainnya seperti Susilo Bambang Yudhoyono dan Megawati Soekarnoputri. Menurutnya, meminta saran kepada para pendahulu adalah hal yang wajar dan bijak dalam menjalankan pemerintahan.
“Pak SBY saya datangi, Ibu Mega pun saya temui. Itu bentuk penghormatan dan keinginan saya untuk belajar dari pengalaman mereka. Tidak ada yang salah dengan itu,” ujar Prabowo.
Dengan gaya santai namun menyentil, Prabowo sempat berkelakar bahwa jika memungkinkan, ia juga ingin menemui Presiden ke-4 Abdurrahman Wahid (Gus Dur) hingga Presiden Soeharto dan Bung Karno. Candaan itu disambut tawa oleh para peserta sidang.
Baca Juga: Menang Pemilu, Prabowo Langsung Telepon PM Lawrence Wong Ucapkan Selamat
Tak hanya soal boneka politik, Prabowo juga menyinggung isu ijazah palsu yang sempat menerpa Presiden Jokowi. Ia menyatakan kekhawatirannya jika isu serupa nantinya bisa diarahkan kepadanya.
“Masalah ijazah saja dipersoalkan, nanti jangan-jangan ijazah saya juga ikut ditanya-tanya,” katanya sambil tersenyum, menutup pernyataannya dengan nada bercanda namun menyentil pihak-pihak yang meragukan integritas para pemimpin.
Artikel Terkait
Tak Ada Bukti di Pengadilan, Pengacara Baim Wong Bantah Isu KDRT Terhadap Paula Verhoeven
Berfokus pada Fundamental Kinerja, BRI Lakukan Strategi Ini Untuk Tumbuh Berkelanjutan
Resmi Jadi Tersangka, Jonathan Frizzy Terseret Kasus Vape Mengandung Narkoba
Putin Soal Senjata Nuklir di Ukraina, Belum Perlu dan Semoga Tak Sampai Digunakan
Ekonomi Indonesia Melambat di Awal 2025, BPS Soroti Tantangan Pasca Pandemi
Dugaan Suap Lepas Vonis Korupsi CPO Merembet ke TPPU, Tiga Tersangka Dijerat Pencucian Uang
Paula Verhoeven Jalani Pemeriksaan di Komisi Yudisial Soal Laporan Dugaan Pelanggaran Kode Etik Hakim
Menang Pemilu, Prabowo Langsung Telepon PM Lawrence Wong Ucapkan Selamat
Paula Verhoeven Disebut Jadi Korban, Kebiasaan Buruk Baim Wong Dibongkar Oleh Mantan Rekan Kerja
Agus Buntung Dituntut 12 Tahun Penjara atas Kasus Kekerasan Seksual