Putin Soal Senjata Nuklir di Ukraina, Belum Perlu dan Semoga Tak Sampai Digunakan

Photo Author
- Senin, 5 Mei 2025 | 15:48 WIB
Vladimir Putin - Presiden Rusia (foto: Istimewa)
Vladimir Putin - Presiden Rusia (foto: Istimewa)

INSIBERNEWS - Presiden Rusia Vladimir Putin kembali angkat suara soal kemungkinan penggunaan senjata nuklir dalam konflik yang masih berlangsung di Ukraina.

Dalam wawancara dengan jurnalis Rusia Pavel Zarubin, Putin menegaskan bahwa hingga saat ini belum ada kebutuhan untuk mengambil langkah ekstrem tersebut, meski tensi di medan perang terus memanas sejak invasi dimulai pada 24 Februari 2022.

Baca Juga: Resmi Jadi Tersangka, Jonathan Frizzy Terseret Kasus Vape Mengandung Narkoba

"Tidak perlu menggunakan senjata yang baru saja Anda sebutkan. Dan saya harap tidak perlu," kata Putin, seperti dikutip dari unggahan Telegram milik Zarubin pada Minggu.

Putin juga menyebut ada upaya dari pihak lawan untuk memancing reaksi berlebihan dari Moskow.

"Mereka ingin memprovokasi kita, mereka ingin kita membuat kesalahan," tambahnya dengan nada waspada.

Baca Juga: Berfokus pada Fundamental Kinerja, BRI Lakukan Strategi Ini Untuk Tumbuh Berkelanjutan

Pernyataan ini menjadi sinyal bahwa Kremlin tetap membuka opsi diplomasi dan kontrol terhadap eskalasi, meski sebelumnya beberapa pejabat Rusia sempat mengeluarkan ancaman keras terkait kemungkinan penggunaan kekuatan nuklir taktis.

Banyak pengamat menilai bahwa komentar Putin ini bisa menjadi pesan menenangkan, baik bagi masyarakat internasional maupun sekutunya di dalam negeri.

Baca Juga: Tak Ada Bukti di Pengadilan, Pengacara Baim Wong Bantah Isu KDRT Terhadap Paula Verhoeven

Meski begitu, sejumlah analis tetap mengingatkan bahwa konflik yang tak kunjung reda bisa mendorong skenario ekstrem di masa depan. Seiring dengan semakin dalamnya keterlibatan negara-negara Barat dalam mendukung Ukraina secara militer, Rusia merasa terdesak dan mulai memainkan narasi soal keamanan nasional yang terusik.

Baca Juga: Jokowi Anggap Wajar Wacana Pemakzulan Gibran: Namanya Juga Demokrasi, Bebas Berpendapat

Di sisi lain, NATO dan sekutu Barat menanggapi pernyataan-pernyataan semacam ini dengan hati-hati, mengingat besarnya dampak jika senjata pemusnah massal benar-benar digunakan.

Hingga kini, berbagai saluran diplomatik tetap dijaga agar risiko eskalasi ke tahap nuklir bisa dihindari semaksimal mungkin, sementara pertempuran di Ukraina terus berlangsung tanpa kejelasan kapan akan berakhir.

Editor: Varin Vaprilia Caroline

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X