INSIBERNEWS - Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, mengirimkan surat pribadi kepada Pemerintah Vatikan sebagai bentuk penghormatan dan ungkapan belasungkawa atas wafatnya Paus Fransiskus.
Surat tersebut disampaikan langsung oleh utusan khusus yang ditugaskan mewakili Indonesia dalam upacara pemakaman pemimpin tertinggi umat Katolik dunia itu, yang digelar di Roma, Italia.
Baca Juga: Gaikindo Soroti Gangguan Ormas di Kawasan Industri: Sudah Berlangsung Sejak 1990an
Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg), Prasetyo Hadi, mengonfirmasi bahwa seluruh perwakilan resmi dari Presiden Prabowo telah tiba dengan selamat di Roma.
Pengiriman utusan khusus ini mencerminkan komitmen serta empati tulus dari pemerintah Indonesia, yang turut berduka cita bersama komunitas Katolik global atas kehilangan sosok pemimpin spiritual yang selama hidupnya dikenal penuh welas asih.
Baca Juga: Sri Mulyani Ungkap Strategi RI di Tengah Arah Baru Diplomasi Ekonomi AS
Menurut Prasetyo, surat yang dititipkan Presiden tidak memuat pesan politik atau diplomatik yang kompleks, melainkan lebih bersifat personal dan emosional. Intinya, surat tersebut mengungkapkan rasa duka yang mendalam dari Presiden dan masyarakat Indonesia atas wafatnya Paus Fransiskus.
"Isi suratnya sederhana, tapi penuh makna. Intinya menyampaikan duka yang sangat dalam dan rasa hormat kepada Paus Fransiskus sebagai tokoh besar dunia," ujarnya.
Lebih lanjut, Prasetyo menjelaskan bahwa Presiden Prabowo dan pemerintah Indonesia menilai Paus Fransiskus sebagai figur pemersatu yang selama hidupnya senantiasa menggaungkan nilai-nilai kasih, kemanusiaan, dan keberpihakan terhadap kaum yang terpinggirkan.
Tak hanya menjadi panutan bagi umat Katolik, Paus juga dihormati lintas agama karena perjuangannya dalam membangun dunia yang lebih damai dan berkeadilan.
Kehadiran utusan Indonesia di Vatikan dalam momen duka ini sekaligus menjadi simbol kuatnya nilai toleransi dan solidaritas antarumat beragama di Tanah Air.
Prasetyo menegaskan bahwa Indonesia akan terus menjunjung tinggi nilai kemanusiaan dan perdamaian dunia—dua hal yang menjadi warisan besar dari sosok Paus Fransiskus yang begitu dicintai banyak orang, tak hanya di Vatikan, tapi juga di hati masyarakat Indonesia.
Artikel Terkait
Pimpin Kabupaten Labuhanbatu Utara, Hendri Yanto Sitorus Miliki Harta Kekayaan Segini Menurut LHKPN....
Rincian Harta Kekayaan Tiorita Surbakti, Wanita Berusia 55 Tahun Ini Sukses Jadi Wakil Bupati Langkat
Siapa Bupati Mandailing Natal? Lengkap dengan Rincian Harta Kekayaan yang Dimilikinya
Berapa Harta Kekayaan Wakil Bupati Nias Barat? Sozisokhi Hia Miliki Tanah dan Bangunan Senilai...
Harta Kekayaan Sokhiatulo Laia Bupati yang Bakal Pimpin Masyarakat Nias Selatan 5 Tahun ke Depan
Ahmad Dhani Dilaporkan Rayen Pono ke Polisi, Dul Jaelani Ungkap Didikan Ayahnya Soal Mengcover Lagu Hingga Perjuangan Sang Ayah
Hingga Akhir Maret 2025, BRI Telah Salurkan KUR Senilai Rp42,23 Triliun Guna Dorong Ekonomi Kerakyatan
Paula Verhoeven Bagikan Alasan Dirinya Bertahan dengan Baim Wong Meski Kerap Muncul Gesekan Diawal Rumah Tangga
Sri Mulyani Ungkap Strategi RI di Tengah Arah Baru Diplomasi Ekonomi AS
Gaikindo Soroti Gangguan Ormas di Kawasan Industri: Sudah Berlangsung Sejak 1990an