Polisi Hentikan Penyelidikan Kasus Kematian Mahasiswa UKI: Tidak Ada Unsur Pidana

Photo Author
Cristina Jeany Malonda, Insibernews
- Kamis, 24 April 2025 | 17:51 WIB
ILUSTRASI Garis Polisi. (Foto: Istimewa)
ILUSTRASI Garis Polisi. (Foto: Istimewa)

INSIBERNEWS - Penyelidikan atas kasus meninggalnya Kenzha Erza Walewangko, mahasiswa Universitas Kristen Indonesia (UKI) berusia 22 tahun, resmi dihentikan oleh Polres Metro Jakarta Timur.

Keputusan ini diambil setelah tidak ditemukan indikasi tindak pidana dalam insiden tragis yang terjadi di area kampus pada Selasa, 4 Maret 2025 lalu.

Baca Juga: Tampil Gagah! Wonwoo SEVENTEEN Tuai Sorotan Usai Pimpin Upacara Wamil

Kapolres Metro Jakarta Timur Kombes Pol Nicolas Ary Lilipaly dalam konferensi pers, Kamis (24/4), menjelaskan bahwa penghentian penyelidikan dilakukan usai gelar perkara mendalam bersama tim gabungan, termasuk dari Ditreskrimum Polda Metro Jaya, Propam, Itwasda, dan Bidkum.

Berdasarkan keterangan para saksi, hasil autopsi, dan analisa ahli, kematian Kenzha tidak memenuhi unsur pelanggaran pidana sebagaimana yang semula dilaporkan.

Baca Juga: Target Eliminasi Kanker Serviks 2030, Pemerintah Gratiskan Vaksin dan Skrining HPV

Rekonstruksi dan keterangan para saksi, termasuk mahasiswa dan petugas keamanan kampus, menunjukkan bahwa Kenzha sempat menggoyangkan besi pagar sebelum terjatuh ke dalam selokan. Dua sekuriti yang berada dekat lokasi kejadian langsung mengangkat tubuh korban.

Saksi juga menyebutkan bahwa sebelumnya Kenzha beberapa kali terjatuh dan terlihat lemas saat menuju rumah sakit, sebelum akhirnya dinyatakan meninggal dunia.

Baca Juga: Polisi Beberkan Bukti dan Alasan Aktor Fachry Albar Gunakan Narkoba: Untuk Tenangkan Pikiran

Hasil olah TKP menunjukkan darah korban tercecer di dalam selokan, namun upaya identifikasi DNA gagal dilakukan karena darah telah bercampur air hujan.

Meski begitu, hasil autopsi dari RS Polri memperkuat dugaan bahwa tidak ada unsur penganiayaan atau kelalaian dari pihak lain yang menyebabkan kematian Kenzha.

Baca Juga: WNA Ditemukan Tewas Gantung Diri di Taman Bandara Soekarno-Hatta, Polisi Selidiki Motif

Dokter forensik Arfiani Ika Kusumawati menyampaikan bahwa korban diketahui mengonsumsi alkohol dalam jumlah besar, yang menyebabkan penurunan kesadaran.

“Kadar alkohol di lambung sangat tinggi, tapi di darah justru rendah, menunjukkan korban sempat mengonsumsi alkohol dalam jumlah besar sebelum jatuh,” ungkapnya. Kondisi tersebut membuat korban sulit mengendalikan tubuhnya ketika terjatuh.

Halaman:

Editor: Cristina Jeany Malonda

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X